Home > Ragam Berita > Nasional > Delegasi DPR ‘Sidak’ Penyedia Katering Akibat Insiden Makanan Basi

Delegasi DPR ‘Sidak’ Penyedia Katering Akibat Insiden Makanan Basi

Madinah – Sebuah insiden ditemukannya makanan basi untuk jamaah mewarnai penyelenggaraan haji Indonesia di Madinah. Beruntungnya, makanan tersebut belum didistribusikan ke jemaah sehingga dapat segera diganti.

Delegasi DPR 'Sidak' Penyedia Katering Akibat Insiden Makanan Basi

Sidak delegasi DPR ke PT Bahar Harr

Insiden tersebut diketahui oleh para delegasi DPR yang berkunjung ke Madinah. Para Delegasi DPR ini menyebutkan bahwa insiden tersebut merupakan hal yang fatal dan seharusnya perusahaan penyedia katering langsung diputus kontrak.

Delegasi DPR yang berkunjung ke Madinah diantaranya Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Sodik Muhadjir (Gerindra), Iskan Qolba Lubis (PKS), Dwi Astuti Wulandari (Demokrat), Hasan Aminudin (NasDem), dan lain-lain.

Jumlah keseluruhan para delegasi tersebut sebanyak 12 orang. Para delegasi ini diterima Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Madinah di Kantor Urusan Haji Daker Madinah, Sabtu (19/08/2017).

Kepala Daker Madinah, Amin Handoyo, kemudian merespon komentar delegasi DPR soal makanan basi. Amin menyatakan bahwa ada mekanisme tertentu dalam layanan katering bagi jamaah haji Indonesia.

Baca juga : 12 Jamaah Haji Indonesia Wafat di Madinah, Ini Daftarnya

Jika makanan jemaah tak layak, maka penyedia katering wajib mengganti secepatnya. Dan itu dilakukan oleh si penyedia katering dalam hal ini adalah PT Bahar Harr. Sebagai tindak lanjut, PPIH memberikan terguran secara tertulis.

“Jika sudah ditegur tapi masih terulang lagi, maka jatahnya akan dikurangi. Ujungnya sanksi bisa sampai pada pemutusan kontrak. Tahun lalu ada yang diputus kontrak,” kata Amin di hadapan delegasi DPR yang tergabung dalam Tim Pengawas Haji itu.

Usai melakukan dialog, rombongan DPT lantas melakukan sidak ke PT Bahar Harr dengan mengendarai bus. Mereka didampingi jajaran Daker Madinah.

Dapur PT Bahar Harr ternyata sudah berpindah lokasi. Perpindahan dan kondisi dapur tersebut merupakan tindak lanjut arahan PPIHK saat sidak pada hari senin (14/08/2017) kemarin.

Sekitar pukul 19.15 Waktu Arab Saudi (WAS), rombongan DPR menuntaskan sidak dan bergeser ke pemondokan untuk bertemu para jemaah.
(Muspri-harianindo.com)

x

Check Also

Situs Ini Sebarkan Berita Hoax Lagi Tentang Myanmar

Situs Ini Sebarkan Berita Hoax Lagi Tentang Myanmar

Jakarta – Lagi-lagi berita hoax soal Myanmar kembali dengan mudahnya menyebar di dunia maya. Kali ...