Home > Ragam Berita > Nasional > Pelanggar Trotoar di Jakarta Bisa Dicabut KJP dan BPJS-nya

Pelanggar Trotoar di Jakarta Bisa Dicabut KJP dan BPJS-nya

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memperingatkan warga Jakarta agar tidak menyalahgunakan trotoar, karena dirinya tidak segan-segan memberikan sanksi tegas dengan mencabut KJP dan BPJS mereka.

Pelanggar Trotoar di Jakarta Bisa Dicabut KJP dan BPJS-nya

Banyaknya pelanggaran terhadap trotoar yang dilakukan oleh pengendara dan pedagang kaki lima membuat hak pejalan kaki menjadi terganggu.

Karena itu, Djarot mengaku telah memerintahkan Satpol PP untuk mencatat identitas pelanggar dan Pemprov DKI akan menindak tegas.

“Iya, saya sudah sampaikan kemarin pada Satpol PP saya sampaikan kalau ada pelanggaran disitu, tolong jangan hanya ditindak,” jelas Djarot pada wartawan di Balai Kota, Senin (21/8/2017).

“Di catat nomor KTP nya. Kalau itu KTP DKI langsung masukkan dalam daftar kita, kalau dia melanggar lagi berikan peringatan ke dua. Kalau sampai bandel lagi dia yang menerima BPJS maupun dia yang menerima KJP cabut,” tegas Djarot.

Djarot menuturkan, tindakan tegas yang dilakukan untuk mendidik masyarakat agar lebih tertib dan menghargai hak-hak orang lain.

“Kita ingin mendidik masyarakat untuk tertib. Kita ingin mendidik masyarakat untuk bisa menghargai hak-hak orang lain yah. Kita ingin didik masyarakat supaya punya budaya,” ungkap Djarot.

Djarot juga menambahkan, siapa saja boleh datang ke Jakarta, namun mereka harus tunduk dengan aturan yang ada.

“Ini memang Jakarta ini kota keras dan memang kita harus betul-betul teguh, disiplin untuk menegakkan aturan,” ungkap Djarot.

“Sekali lagi, kami hanya berusaha untuk menegakkan aturan karena ini ibukota negara. Boleh datang kesini, tapi tidak boleh seenaknya. Jadi harus saling menghargai satu sama lain,” tandasnya.
(samsul arifin – harianindo.com)

x

Check Also

Sandiaga Klaim Kemiskinan di DKI Turun 0,21 Persen

Sandiaga Klaim Kemiskinan di DKI Turun 0,21 Persen

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengklaim bahwa angka kemiskinan mengalami penurunan sebesar 0,21 persen, ...