Home > Ragam Berita > Nasional > Kelompok Saracen Membuat Konten Bernuansa Mulai dari Harga Puluhan Juta Rupiah

Kelompok Saracen Membuat Konten Bernuansa Mulai dari Harga Puluhan Juta Rupiah

Jakarta – Tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri berhasil membongkar sindikat kejahatan penyebaran ujaran kebencian bernuansa SARA yang terorganisir melalui Grup ‘Saracen’ di Facebook.

Kelompok Saracen Membuat Konten Bernuansa Mulai dari Harga Puluhan Juta Rupiah

Dari hasil pemeriksaan sementara terhadap tiga pelaku yang ditangkap, mereka melakukannya karena alasan ekonomi atau ‘bisnis’.

“Mereka ini menerima pesanan jasa membuat dan punya inisiatif itu. Saling membutuhkan,” ujar Kepala Sub Bagian Operasi Satuan Tugas Patroli Siber pada Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, AKBP Susatyo Purnomo di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (23/8/2017).

Menurut susatyo, kelompok Saracen ini terorganisir dengan membuat web dan menyewa hosting guna memperbesar grup mereka. Bahkan mereka memiliki web sendiri dengan alamat saracennews.com.

Kelompok ini memposting berita-berita berdasarkan pesanan yang kebanyakan tidak sesuai dengan kebenarannya.
“Untuk itu banyak sekali pencemaran nama baik, yaitu kepada pejabat publik, tokoh masyarakat, dan sebagainya,” kata Susatyo.

Polisi masih mendalami siap saja yang memesan konten atau berita melalui kelompok Saracen ini.

Sementara itu, Kepala Subdit I Dittipid Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Irwan Anwar membeberkan, para pelaku tersebut biasanya telah menyiapkan proposal yang kemudian disebar kepada yang berminat dengan harga puluhan juta rupiah.

“Dalam satu proposal yang kami temukan, itu kurang lebih setiap proposal nilainya puluhan juta (rupiah),” kata Irwan.

Kelompok ini memiliki ribuan akun yang dalam kesehariannya menyiapkan konten dan membuat meme terkait ujaran kebencian yang akan mereka jual kepada siapa saja yang akan membelinya.

“Dalam kesehariannya mereka memproduksi yang akan mereka tawarkan,” kata Irwan.

Polisi telah mengamankan tiga tersangka yakni JAS (32), MFT (43), dan SRN (32).
(samsul arifin – harianindo.com)

x

Check Also

Citilink Bantah Kabar Pesawatnya Hilang dari Radar

Citilink Bantah Kabar Pesawatnya Hilang dari Radar

Surabaya – Maskapai penerbangan Citilink Indonesia membantah kabar bahwa pesawatnya dengan nomor penerbangan QG 801 ...