Home > Ragam Berita > Nasional > Menteri Susi Sindir Pihak Yang Mendemo Dirinya

Menteri Susi Sindir Pihak Yang Mendemo Dirinya

Jakarta – Susi Pudjiastuti selaku Menteri Kelautan dan Perikanan kembali meminta nelayan Pantura untuk meninggalkan alat tangkap cantrang dan beralih ke alat tangkap yang lebih ramah lingkungan.

Menteri Susi Sindir Pihak Yang Mendemo Dirinya

Hal ini disampaikan lantaran Susi memiliki penilaian bahwa cantran adalah alat yang merusak ekosistem laut dan juga berpotensi memicu konflik sesama nelayan di pulau lain yang menolak penggunaan cantrang.

Di acara pemberian layanan perbankan untuk nelayan Pantura di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dirinya berkata “Nanti udah berantem, Ibu lagi yang suruh bantu kalau ditahan Polisi. Sampean demo aku, (tapi) kalau ada apa-apa minta tolong aku,”

Tentu saja pernyataan tersebut disambut tawa oleh para peserta acara.

Dalam acara itu, BRI memberikan bantuan permodalan Rp 11,8 miliar kepada 6 kelompok nelayan Pantura untuk mengganti alat tangkap cantrang ke alat tangkap lain yang lebih ramah lingkungan.

Pemberian modal bantuan kepada nelayan Pantura adalah bagian dari sinergi KKP dan BRI. Diharapkan dengan bantuan itu maka para nelayan Pantura lebih cepat beralih menggunakan alat tangkap ikan yang lebih ramah lingkungan.

“Program pemerintah itu tidak yang untuk menyulitkan masyarakatnya. Kalau bantuan BLT Rp 500.000 buat apa? Beras dapat berapa kilo? Dimakan seminggu habis, ya toh” kata Susi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin nelayan di Indonesia dipermudah mendapatkan alat penangkap ikan pengganti cantrang.

Sebab Presiden mendapatkan laporan bahwa banyak nelayan yang kesulitan membeli pengganti cantrang karena mahal.

Nelayan yang kesulitan membeli alat pengganti cantrang terdiri dari dua kategori, yakni nelayan dengan kapal di bawah 30 Gross Ton (GT) atau yang disebut nelayan kecil dan di atas 30 GT.

Bagi nelayan dengan kapal di bawah 30 GT, KKP sudah menganggarkan Rp 124 miliar untuk pengadaan pengganti cantrang. Namun diakui Istana, pembagian alat tangkap itu masih minim.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)

x

Check Also

Di Depan Massa LDII, Prabowo Sebut Bangsa Yang Hidup Dari Utang

Di Depan Massa LDII, Prabowo Sebut Bangsa Yang Hidup Dari Utang

Jakarta – Kondisi Indonesia saat ini dinilai dalam kondisi paradoks dimana Indonesia negara yang kaya ...


Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/harianindo/public/wp-content/plugins/mashshare-sharebar/includes/template-functions.php on line 135