Home > Ragam Berita > Nasional > Hakim Pengadilan Tipikor Bacakan Vonis Terhadap Penyuap Patrialis Akbar

Hakim Pengadilan Tipikor Bacakan Vonis Terhadap Penyuap Patrialis Akbar

Jakarta – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta memvonis Direktur Utama CV Sumber Laut Perkasa (SLP) Basuki Hariman dengan pidana tujuh tahun penjara dan denda Rp 400 juta subsider tiga bulan kurungan. Sementara sekretarisnya yakni Ng Fenny, divonis lima tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan.

Hakim Pengadilan Tipikor Bacakan Vonis Terhadap Penyuap Patrialis Akbar

Ketua Majelis Hakim Nawawi Pamolango menuturkan keduanya terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi yakni menyuap hakim Konstitusi Patrialis Akbar dan orang dekatnya Kamaludin senilai USD 50.000, dengan rincian USD 40.000 untuk Kamluddin dan USD10.000 untuk Patrialis.

Pemberian uang tersebut dengan maksud agar Patrialis melalui Kamaludin, membantu memenangkan putusan perkara Nomor 129/PUU-XIII/2015 berkaitan dengan uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Mengadili, menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah korupsi bersama-sama dan berlanjut,” kata Nawawi di Jakarta Pusat pada Senin (28/8/2017).

Baca juga: Polisi Dikabarkan Bakal Kembali Periksa Habib Rizieq

Namun begitu, Hakim menyatakan tak terbukti soal janji pemberian uang Rp2 miliar oleh Basuki dan Ng Fenny kepada Patrialis Akbar sebagaimana dakwaan jaksa KPK.

“Menurut Majelis terhadap uang Rp2 miliar belum terjadi penyerahan pada Kamal atau Patrialis,” kata Hakim.
Menurut Majelis Hakim, meski bukan pemohon uji materi, Basuki dan Fenny dipandang memiliki kepentingan jika uji materi itu dimenangkan. Karena itu memberikan uang dan fasilitas kepada Patrialis melalui Kamaludin. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Gerindra Anggap Kritikan PKB Untuk Anies Terlalu Lebay

Gerindra Anggap Kritikan PKB Untuk Anies Terlalu Lebay

Jakarta – Hasbiallah Ilyas ungkapakn bahwa pelayanan di DKI Jakarta dinilai telah menurun dan menyebut ...