Home > Ragam Berita > Nasional > Pemimpin Myanmar Tuding Ada Penyebar Berita Hoax Terkait Rohingya

Pemimpin Myanmar Tuding Ada Penyebar Berita Hoax Terkait Rohingya

Jakarta – Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, menyebut foto-foto hoax tentang krisis Rohingya merupakan “puncak gunung es misinformasi yang dibuat untuk menciptakan banyak masalah antara komunitas berbeda dan untuk tujuan mengedepankan kepentingan teroris.”

Pemimpin Myanmar Tuding Ada Penyebar Berita Hoax Terkait Rohingya

Aung San Suu Kyi

Kendati demikian, Suu Kyi sama sekali tidak menyebut eksodus besar-besaran komunitas Rohingya dari negara bagian Rakhine di Myanmar ke Bangladesh.

Baca juga : Ganjar Minta Tak Bawa Isu Islam-Budha di Aksi Bela Rohingya

Lebih lanjut, Suu Kyi mengklaim pihaknya melindungi semua pihak di negara bagian Rakhine.

Dalam pernyataan resminya sejak krisis pengungsi Rohingya merebak pada 25 Agustus, Suu Kyi berkata: “Kami sangat paham, lebih dari sebagian besar orang, apa maknanya kekurangan perlindungan hak asasi dan demokrasi.”

“Karena itu kami memastikan bahwa semua orang di negara kami mendapat perlindungan hak mereka, dan juga hak serta perlindungan politik, sosial, dan kemanusiaan,” papar Suu Kyi.

Saat berbincang dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, Suu Kyi juga mengklaim pemerintah Myanmar telah “memulai melindungi semua orang di Rakhine sebaik mungkin.”

Aung San Suu Kyi sebelumnya dikritik oleh pelapor khusus PBB untuk hak asasi di Myanmar karena dianggap tidak melindungi minoritas Muslim Rohingya.

Petisi melalui change.org dengan judul – Ambil Kembali Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi – telah ditandatangani lebih dari 300.000 sebelum diajukan ke Komite Nobel bila telah mencapai angka 500.000 tanda tangan. Petisi serupa juga dilakukan melalui online lain termasuk avaaz.org dengan ribuan pendukung.
Demonstrasi di Jakarta

Di Jakarta, kecaman terhadap Suu Kyi juga disuarakan dalam demonstrasi di Jakarta, pada Rabu (6/9/2017).

Dengan spanduk bertuliskan ‘Cabut Nobel Perdamaian PBB untuk Aung San Suu Kyi’ diusung sejumlah ibu-ibu yang ambil bagian dalam aksi tersebut.

Dalam unjuk rasa itu, ratusan orang dari sejumlah kelompok masyarakat seperti Front Pembela Islam dan Forum Betawi Rempuk berkumpul di depan kantor Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta. Satu per satu pimpinan lembaga itu berorasi menentang tindakan pemerintah Myanmar terhadap pengungsi Rohingya di negara bagian Rakhine.

Massa tersebut berhadap-hadapan dengan ratusan polisi yang bersiaga di depan kantor Kedubes Myanmar. Dua pihak itu terpisah pagar kawat berduri.

Para pengunjuk rasa yang membawa beragam bendera simbol lembaga mereka dan spanduk kecaman terhadap Myanmar sempat bersitegang dengan polisi. Mereka berupaya menembus pagar yang menghalangi jalan mereka menuju pintu masuk Kedubes Myanmar. Ikhsan Djuhandar -harianindo.com)

x

Check Also

Jokowi : Pembebasan Lahan Menjadi Kendala Utama Pembangunan

Jokowi : Pembebasan Lahan Menjadi Kendala Utama Pembangunan

Jakarta – Presiden Joko Widodo menyatakan, telah mendapatkan kunci utama penghambat pembangunan tol. Berdasarkan hasil ...