Home > Ragam Berita > Nasional > Habib Rizieq Khawatir Dirinya Ditahan Hingga Pilpres 2019

Habib Rizieq Khawatir Dirinya Ditahan Hingga Pilpres 2019

Jakarta – Banyak pihak yang mulai menanyakan soal kabar pemimpin Front Pembela Habib Rizieq yang belum juga kembali dari Arab Saudi untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan pornografi oleh Polda Metro Jaya.

Habib Rizieq Khawatir Dirinya Ditahan Hingga Pilpres 2019

Terkait hal ini, pengacara Habib Rizieq, Eggi Sudjana, mengatakan bahwa ketidakpulangan Rizieq bukanlah sebagai bentuk tindak melarikan diri dari hukum seperti yang banyak dipikirkan masyarakat.

“Ada pertanyaan dari dia, Habib Rizieq sering dikatakan kalau nggak salah kenapa lari. Kalau nggak ada kesalahan kenapa lari ke luar negeri, kenapa nggak berani pulang,” ujar Eggi di ES Law Firm, Jalan Tanah Abg III, Jakarta Pusat, Kamis (14/9/2017).

Egi justru menyampaikan keheranan Habib Rizieq soal status hukumnya.

“(Habib Rizieq bilang), ‘kalau benar saya salah kenapa saya nggak ditangkap disini, padahal nggak ada yang bisa menghalangi (polisi),” kata Eggi.

Rizieq juga tidak ingin menjadi korban kriminalisasi ulama yang seperti dialami oleh Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam Muhammad Al Khaththath dalam kasus dugaan makar.

“Dia cerita Khatht nggak bersalah ditahan tiga bulan dan akhirnya dikeluarkan,” kata Eggi.

Rizieq bahkan khawatir kalau dia pulang, dirinya akan ditahan hingga proses Pilpres 2019 selesai.

“Dugaannya ‘nanti gue ditahan sampai habis pemilu lagi baru dikeluarin. Gila apa’, itu. Bisa diduga begitu. Karena ketakutan pemilu 2019 ini,” tambah Eggi.

Eggi juga menambahkan soal peran Rizieq dalam menumbangkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilkada Jakarta 2017 lalu.

“Buktinya Ahok tumbang. Kalau nggak ada Habib Rizieq saya yakin Ahok nggak tumbang. Gagahnya luar biasa, incumbent ,didukung konglomerat. Orang-orang munafik pasti dukung sana,” katanya.
(samsul arifin – harianindo.com)

x

Check Also

Fahri Hamzah Buka-bukaan Lagi Soal Kondisi Internal PKS

Fahri Hamzah Buka-bukaan Lagi Soal Kondisi Internal PKS