Home > Ragam Berita > Nasional > PKS Desak Myanmar Berikan Status Kependudukan Resmi Bagi Etnis Rohingya

PKS Desak Myanmar Berikan Status Kependudukan Resmi Bagi Etnis Rohingya

Jakarta – Dalam aksi Bela Rohingya kemarin, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menginginkan kasus kemanusiaan etnis Rohingya bisa diajukan ke Mahkamah Internasional.

PKS Desak Myanmar Berikan Status Kependudukan Resmi Bagi Etnis Rohingya

Sukamta selaku Direktur Crisis Center for Rohingya (CC4R) PKS dalam orasinya berkata “Selain kasus Rohingya harus dibawa ke Mahkamah Internasional, kami juga ingin menekan Myanmar memberikan status kependudukan resmi bagi etnis Rohingya,”

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh beberapa elit politik tersebut, Sukamta memperkirakan ada sekitar 150 ribu massa aksi yang ikut berpartisipasi. Dengan jumlah massa yang relatif besar, ia berharap aksi itu diliput baik media nasional maupun internasional yang menyajikan informasi yang tepat agar dapat menjadi efek domino bagi negara lain.

“PKS dan ormas-ormas Islam akan fokus dengan tuntutan yang kami ajukan, tetapi juga menghargai upaya pemerintah sekarang yang sedang berusaha melalui jalur diplomasi,” tutupnya.

Selain PKS, ormas-ormas Islam yang turut berpartisipasi antara lain Mathlaul Anwar, Ikadi, Cahaya Islam Mathlaul Anwar, AQL Peduli, Jamiat Kheir, Pemuda DDII, Al – Ittihadiyah, Pemuda PUI, Forsitma, Salimah, Wanita Islam, JPRMI, FPI dan ormas Islam lainnya.

“Kami berharap Pak (Presiden) Jokowi bisa mengambil inisiatif, melakukan hotline kepada seluruh kepala negara di ASEAN untuk mengajak segera digelar KTT Darurat ASEAN. Jika perlu, Indonesia bisa bertindak sebagai tuan rumah,” kata Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)

 

x

Check Also

Menteri Perindustrian Dikabarkan Bakal Gantikan Keddudukan Setya Novanto, Benarkah ?

Menteri Perindustrian Dikabarkan Bakal Gantikan Keddudukan Setya Novanto, Benarkah ?

Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto enggan berspekulasi perihal nasib kepemimpinan Partai Golkar seusai penahanan ...