Home > Ragam Berita > Nasional > Pesantren Ibnu Mas’ud Memilih Bertahan Meski Mendapat Penolakan Warga

Pesantren Ibnu Mas’ud Memilih Bertahan Meski Mendapat Penolakan Warga

Bogor – Sebanyak 260 santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Ibnu Mas’ud di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, telah dipulangkan secara paksa. Kegiatan belajar mengajar di ponpes ini sudah mulai sepi sejak insiden guru yang membakar atribut bendera merah putih.

Pesantren Ibnu Mas'ud Memilih Bertahan Meski Mendapat Penolakan Warga

Pesantren Ibnu Mas’ud Memilih Bertahan Meski Mendapat Penolakan Warga

“Mereka sudah dipulangkan. Kami tidak ingin santri kami jadi korban, apalagi usia mereka masih anak-anak,” kata Ketua Yayasan Al Urwatul Wutsqo Ponpes Ibnu Mas’ud, Agus Purwoko, Minggu (17/09/2017).

Agus mengatakan bahwa anak-anak didiknya merasa sedih ketika harus dipulangkan secara paksa. Meski begitu pihak ponpes tetap harus memulangkan mereka dengan paksa karena hingga kini para warga masih menuntut agar ponpes ini segera ditutup.

“Waktu mereka dijemput orang tuanya, mereka pergi sambil nangis-nangis karena mereka tidak betah di rumah,” terang Agus.

Baca juga : Ada Belasan Guru di Pesantren Ini Gabung ISIS

Melihat ekspresi anak-anak yang seperti itu, Agus beserta beberapa pengurus yang lainnya bersikukuh untuk tetap mempertahankan ponpes yang sudah berdiri sejak tahun 2012 silam ini. Agus masih menganggap pembubaran paksa yang dilakukan oleh warga itu dilakukan secara sepihak dan tanpa ada dasar yang kuat.

“Kami disini bukan untuk memberikan kerugian bagi warga, tapi sebaliknya. Kami juga ingin mengajarkan anak-anak tahfiz Al-Qur’an,” jelasnya.

Agus mengakui bahwa jika ada orang tua santri yang terlibat kasus teroris kemudian menitipkan anaknya di ponpes tersebut. Akan tetapi hal itu berarti ponpes tersebut juga ikut terlibat dengan jaringan teroris.

“Selama ini ada paradigma ponpes kami dikait-kaitkan dengan teroris. Padahal niat kami mengajarkan anak yang bermasalah. Itu artinya anak yang orang tuanya tersangkut hukum, seperti teroris, kriminal dan lainnya,” tegasnya.
(Muspri-harianindo.com)

x

Check Also

Dana Bantuan Parpol DKI Naik 10 Kali Lipat, Kemendagri : Itu Berlebihan

Dana Bantuan Parpol DKI Naik 10 Kali Lipat, Kemendagri : Itu Berlebihan

Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menilai kenaikan dana bantuan untuk pengurus partai politik (parpol) ...