Home > Ragam Berita > Nasional > Pasien Meninggal, Sejumlah Pria Berseragan ‘KPK’ Geruduk Rumah Sakit

Pasien Meninggal, Sejumlah Pria Berseragan ‘KPK’ Geruduk Rumah Sakit

Jakarta – Sejumlah pria dengan memakai baju serba hitam dan bertuliskan ‘KPK’ tiba-tiba mendatangi petugas petugas di lobi Rumah Sakit Arya Medika Tangerang dan memarahi petugas tersebut sambil membentak dan menggebrak meja.

Pasien Meninggal, Sejumlah Pria Berseragan ‘KPK’ Geruduk Rumah Sakit

Lambang KPK di kemeja sejumlah pria tersebut berwarna putih hitam, mirip dengan lambang Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia.

Rekaman video sejumlah pria tersebut lantas menjadi viral di media sosial.

Menurut keterangan Kapolsek Jatiuwung Kompol Eliyanto, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (10/10/2017), sedangkan tulisan ‘KPK’ yang terdapat pada kemeja beberapa orang pria merupakan lambang ormas Komunitas Pengawas Korupsi.

“Memang benar terjadi keributan itu. Ormas itu menamakan dirinya KPK, singkatan Komunitas Pengawas Korupsi,” ujar Eliyanto saat dihubungi, Sabtu (14/10/2017).

Menurut penuturan Eliyanto, kejadian berawal ketika seorang pasien yang tengah dirawat di Rumah Sakit Arya Medika Tangerang dan dalam masa kritis akan dirujuk karena pihak rumah sakit rupanya tak memiliki peralatan memadai untuk merawat pasien tersebut.

“Lalu dokter menyarankan pasien dirawat di RS Umum Sari Asih Tangerang untuk mendapatkan perawatan lebih baik,” kata Eliyanto.

Lalu seorang pria yang mengaku berasal dari ormas KPK menawarkan diri untuk mengantarkan pasien ke rumah sakit rujukan.

“Keluarga juga mengaku tidak kenal siapa pria itu. Akhirnya diperbolehkan mengantar, tapi di tengah perjalanan pasien meninggal dunia. Keluarga pun memutuskan untuk langsung membawa pasien tersebut pulang untuk segera melakukan proses pemakaman,” sambungnya.

Namun oleh pria yang mengaku dari ormas KPK itu disarankan untuk membawa kembali ke RS Arya Medika, dan pihak keluarga juga menyetujui.

“Tapi setibanya di rumah sakit, sudah banyak anggota ormas KPK lainnya yang mendatangi rumah sakit dan marah-marah. Mereka menuntut rumah sakit bertanggung jawab atas kematian pasien,” ujarnya.

“Padahal menurut keterangan keluarga, mereka tidak menuntut apa-apa,” tandasnya.

Video yang menjadi viral ini bahkan menarik perhatian mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD lewat akun Twitternya.

“LSM ini sungguh brutal. Masak ada orng mati di RS, dokter yg disalahkan? Pd-hal keluarga yg mati tak apa2.Aparat hrs tangkap orng2 LSM ini,” tulis Mahfud.
(samsul arifin – harianindo.com)

x

Check Also

Putra SBY Mengaku Punya Cara Mengatasi Kemiskinan

Putra SBY Mengaku Punya Cara Mengatasi Kemiskinan

Jakarta – Edhie Baskoro Yudhoyono selaku Ketua Fraksi Partai Demokrat kali ini mengklaim bahwa dirinya ...