Home > Ragam Berita > Ekonomi > Sandiaga Menyebut Program Rumah DP 0 Sudah Dibahas Dengan BI

Sandiaga Menyebut Program Rumah DP 0 Sudah Dibahas Dengan BI

Jakarta – Program rumah DP nol rupiah sempat menuai polemik di masyarakat. Salah satu yang menjadi acuan adalah aturan Bank Indonesia bahwa perkreditan rumah minimal harus membayar DP sebesar 15 persen.

Sandiaga Menyebut Program Rumah DP 0 Sudah Dibahas Dengan BI

Sandiaga Menyebut Program Rumah DP 0 Sudah Dibahas Dengan BI

Ketika hal tersebut ditanyakan kembali kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, pria yang akrab disapa Sandi ini enggan mengeluarkan banyak statemennya. Sandi mengatakan bahwa saat ini program tersebut merupakan bagian dari kebijakan yang sedang digodok oleh Pemprov Jakarta.

“DP nol persen ini bagian dari kebijakan yang kita lagi godok,” kata Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (03/11/2017).

Sandi mengatakan bahwa dirinya tidak ingin terburu-buru untuk mengungkapkan teknis program rumah DP nol persen tersebut. Pasalnya dirinya tidak ingin menimbulkan spekulasi lebih jauh dari masyarakat mengenai salah satu janji kampanye dengan Anies Baswedan tersebut.

Baca juga : BI Menyebut Program DP Rp 0 Masih Mungkin Direalisasikan

“Saya enggak ingin menimbulkan spekulasi di masyakarat, lokasinya, programnya seperti apa,” jelasnya.

Politisi Partai Gerindra ini hanya dapat memberikan sedikit update terbaru mengenai program rumah DP nol rupiah itu. Dimana dua hari yang lalu teman-teman dari Bank Indonesia hadir saat pembahasan program tersebut. Ia mengatakan bahwa program rumah DP nol rupiah bisa dilakukan selama ada program pemerintah.

“Dan dinyatakan bahwa rumah DP nol rupiah ini ada pengecualian. Jadi bisa dilakukan selama ada program pemerintah dan mengacu kepada prudential tadi,” tutupnya sambil kemudian meninggalkan awak media.
(Muspri-harianindo.com)

x

Check Also

Ustad Abdul Somad Ditolak Ormas Bali, Ini Sikap MUI

Ustad Abdul Somad Ditolak Ormas Bali, Ini Sikap MUI

Jakarta – Insiden demo dan penolakan sekelompok orang dari ormas yang menamakan diri Komponen Rakyat ...