Home > Ragam Berita > Nasional > Presiden Buruh : “Anies-Sandi Harus Dihukum Karena Berbohong”

Presiden Buruh : “Anies-Sandi Harus Dihukum Karena Berbohong”

Jakarta – Said Iqbal selaku Presiden onfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengatakan bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno adalah seorang pembohong. Ia bahkan menyarankan Anies-Sandi untuk diberikan hukuman.

Presiden Buruh : "Anies-Sandi Harus Dihukum Karena Berbohong"

Presiden Buruh : “Anies-Sandi Harus Dihukum Karena Berbohong”

“Anies-Sandi harus dihukum karena berbohong,” kata Said Iqbal di Kantor DPP FSPMI-KSPI, Jakarta Timur, Rabu (08/11/2017).

Menurutnya ada empat kebohogan yang sudah dilakukan Anies-Sandi terhadap para buruh. Pertama Anies-Sandi telah berbohong soal penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2018 sebesar Rp 3,6 juta.

Ketika masa kampanye Pilkada DKI 2017, Anies-Sandi telah menetapkan UMP diatas patokan dalam PP Nomor 78 Tahun 2015 dimana penetapan tersebut juga sudah tertuang dalam kontrak politik yang sudah ditandatangani bersama Koalisi Buruh Jakarta.

Kebohongan yang kedua, Said menjelaskan bahwa Sandi pernah berjanji untuk membahas penetapan UMP bersama para pengusaha. Namun yang terjadi pada 1 November 2017, Anies-Sandi langsung menetapkan UMP DKI 2018 tanpa menunggu kedatangan Said dan beberapa perwakilan para buruh.

“Itu saja sudah berbohong,” tuturnya.

Baca juga : Siap Demo, Massa Buruh Mulai Bergerak Ke Jakarta

Kebohongan yang ketiga adalah Said menceritakan tentang janji akan menaikkan UMP sebesar Rp 300 ribu dan akan memberikan beberapa fasilitas lain secara gratis. Misalnya fasilitas Transjakarta secara gratis dan potongan belanja di PD Pasar Jaya.

Said mengatakan bahwa fasilitas tersebut sebenarnya sudah ada ketika masa kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Hal itu juga sudah tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 160 Tahun 2016 yang diterbitkan oleh Ahok.

“Itu pergubnya Ahok, seolah-olah Anies-Sandi pahlawan,” jelasnya.

Terakhir keboongan yang keempat adalah tentang pernyataan Sandi yang mengatakan bahwa Sandi telah mengutus Rustam Effendi, salah satu anggota Staf Khusus Sandi, untuk membicarakan masalah UMP kepada para buruh. Said mengatakan bahwa hal itu sama sekali tidak pernah terjadi.

Said menganggap Anies-Sandi adalah pemimpin yang hanya pandai berkata-kata. Menurutnya, buruh tidak membutuhkan kesantunan Anies-Sandi, melainkan kejujuran. Oleh karena itu Said menyatakan bahwa dirinya dan para buruh akan terus melakukan perlawanan terhadap Anies-Sandi.

“Sampai kapan ? Sampai dia penuhi janji,” pungkasnya.
(Muspri-harianindo.com)

x

Check Also

Anies Realisasikan Janji Kampanye Lewat Raperda Reklamasi

Anies Realisasikan Janji Kampanye Lewat Raperda Reklamasi

Jakarta – Belum lama ini, Anies Baswedan telah mencabut usulan dua rancangan peraturan daerah terkait ...