Home > Ragam Berita > Nasional > DPD Golkar Yogyakarta Berharap Setya Novanto Lepaskan Kursi Ketua Umum

DPD Golkar Yogyakarta Berharap Setya Novanto Lepaskan Kursi Ketua Umum

Yogyakarta – Kader DPD Partai Golkar Daerah Istimewa Yogyakarta berharap Setya Novanto secara sukarela mengundurkan dari kursi ketua umum partai berlambang pohon beringin itu.

DPD Golkar Yogyakarta Berharap Setya Novanto Lepaskan Kursi Ketua Umum

“Banyak kader-kader di daerah berharap dengan segala kerendahan hati Pak Novanto dengan legowo kalau bisa mengundurkan diri. Itu lebih bagus,” kata Ketua Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar DIY, John Keban, di Yogyakarta, Sabtu (18/11/2017).

Meski struktural DPD Partai Golkar DIY belum menggelar rapat menyikapi kasus hukum yang menjerat Setya Novanto, namun menurut dia, aspirasi dari kader di DIY lebih mendorong penyelamatan partai.

Keban menilai bukan hanya di DIY, banyak pengurus Partai Golkar di daerah lainnya yang memberikan isyarat untuk mendorong Novanto mundur dari pucuk pimpinan partai itu.

“Karena sudah ada arahan, Pak Jusuf Kalla sudah bicara, ketua DPD Golkar Jawa Barat juga sudah bicara dan 21 provinsi memberikan sinyal untuk itu,” kata dia.

Baca juga: Mahyudin Berharap Golkar Tidak Mendepak Setya Novanto

Namun demikian, ia mengatakan seluruh proses pergantian kepemimpinan di tubuh partai itu tetap harus melalui prosedur yang benar. “Tidak ada jalan lain selain melalui musyawarah nasional luar biasa,” kata dia.

Menurut dia, kader-kader di DIY berharap proses hukum yang menjerat pimpinan partainya segera dilalui agar Partai Golkar tidak terlalu lama terjerat secara politik, apalagi harusbersiap menghadapi Pemilu 2019.

“Kalau kasus hukum Pak Novanto ini berlarut-larut, maka akan membuat posisi politi Partai Golkar semakin sulit,” kata dia. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Ribuan Warga Muslim Gelar Aksi Bela Palestina di Tasikmalaya

Ribuan Warga Muslim Gelar Aksi Bela Palestina di Tasikmalaya

Tasikmalaya – Aksi dukungan kepada rakyat Palestina dan kecaman kepada Donald Trump semakin banyak terjadi ...