Home > Ragam Berita > Nasional > Dua Mahasiswi Ini Mengaku Mendapat Larangan Gunakan Cadar

Dua Mahasiswi Ini Mengaku Mendapat Larangan Gunakan Cadar

Malang – Kabar mengejutkan datang dari Malang dimana dua mahasiswi Universitas Tribuwana Tunggadewi Kota Malang mengaku mendapat pelarangan menggunakan cadar.

Dua Mahasiswi Ini Mengaku Mendapat Larangan Gunakan Cadar

Keduanya juga mengaku diancam akan dikeluarkan dari kampus jika tidak melepas cadar. Kedua mahasiswi itu adalah Sari Wulandari (20) dan Giah Dewi (20).

Kepada sejumlah awak media, Wulan menerangkan kalau awalnya ia dipanggil oleh Kepala Program Studi (KPS) Akuntansi Fakultas Ekonomi Risna Ningsih sekitar dua minggu yang lalu. Wulan melanjutkan, setelah menanyakan alasan, keduanya diberitahu kalau Risna mendapat teguran dari atasan karena dua mahasiswinya menggunakan cadar.

“Katanya bu Risna mendapat teguran karena kami bercadar,” ujarnya, Sabtu (18/11/2017).

Dalam pertemuan itu juga, Wulan dan Dewi disuruh menulis surat pernyataan yang berisi kalau mereka berdua tidak akan menggunakan cadar lagi.

Mereka menulis sendiri surat pernyataan itu disaksikan Risna. Di bawah desakan itu, keduanya kemudian membubuhkan tanda tangan.

“Kami sempat bertanya alasannya. Katanya karena tidak boleh menggunakan cadar, dikhawatirkan akan mempengaruhi mahasiswi lainnya,” aku Wulan.

Peristiwa itu mendapat perhatian khusus dari HMI Komisariat Unitri.

Dalam rilis yang mereka keluarkan, HMI Komisariat Unitri mengutuk keras terkait pelarangan itu.

Pelarangan itu dinilai tidak sesuai dengan jargon universitas yang mengedepankan nasionalis kerakyatan yang menghargai keragaman suku, budaya, dan lain sebagainya.

“Tentu tidak bisa mendiskriminasi golongan tertentu karena hal itu tidak bisa dibenarkan dari perspektif apapun termasuk dari perspektif HAM dan Demokrasi,” ujar Koordinator HMI Komisariat Unitri Al Roby dalam rilisnya.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)

x

Check Also

Kalah di Pengadilan Tinggi Melawan Fahri Hamzah, PKS Harus Bayar Rp 30 Miliar

Kalah di Pengadilan Tinggi Melawan Fahri Hamzah, PKS Harus Bayar Rp 30 Miliar

Jakarta – Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta memenangkan pihak Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang ...