Home > Ragam Berita > Internasional > Kaisar Jepang Akan Resmi Serahkan Tahta ke Putra Mahkota Akishinomiya 30 April 2019

Kaisar Jepang Akan Resmi Serahkan Tahta ke Putra Mahkota Akishinomiya 30 April 2019

Tokyo – Pergantian tahta kaisar di Jepang akan segera dilakukan pada 30 April 2019. Hal ini diumumkan oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, selaku Ketua Rumah Tangga Kekaisaran untuk Pengalihan Kaisar.

Kaisar Jepang Akan Resmi Serahkan Tahta ke Putra Mahkota Akishinomiya 30 April 2019

Kaisar Akihito akan resmi menyerahkan tahtanya kepada Putra Mahkota Akishinomiya dan langsung menggantikannya pada 1 Mei 2019.

“Pengalihan ini adalah pertama kalinya dalam waktu sekitar 200 tahun, dan merupakan hal pertama dalam sejarah urusan konstitusional,” ungkap PM Shinzo Abe setelah menghadap Kaisar Akihito, Jumat (1/12/2017).

“Sebagai pemerintah, dengan mempertimbangkan pendapat dari keluarga Kekaisaran, kami akan melembagakan perintah kabinet segera untuk menentukan tanggal pelaksanaan, dan pengalihan takhta Kaisar dan takhta Putra Mahkota akan dilakukan tanpa perayaan apapun, namun akan melakukan yang terbaik,” tambah Abe.

Keputusan jadwal peralihan tahta tersebut diputuskan secara bersama oleh PM Jepang, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Ketua Mahkamah Agung, dan keluarga kerajaan.

Rapat dilakukan pada Kamis (30/11/2017). Seusai rapat, PM Jepang lantas menemui Kaisar Akihito untuk menyampaikan hasil rapat, dan langsung melakukan jumpa pers.

“Mendengar pendapat dari pertemuan dengan Keluarga Kekaisaran bahwa Undang-Undang Pengecualian Hukum Rumah Kekaisaran akan diberlakukan pada tanggal 30 April 2019 diputuskan di dalam rapat bersama,” ujarnya.

Pemerintah juga telah membentuk komite yang diketuai oleh Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga untuk melakukan penyesuaian terkait jadwal dan ritual upacara bagi Kaisar dan Putera Mahkota.
(samsul arifin – harianindo.com)

x

Check Also

Iran Memprediksi ISIS Alihkan Kekuatannya Ke Asia Tengah

Iran Memprediksi ISIS Alihkan Kekuatannya Ke Asia Tengah

Teheran – Pemberontak ISIS ada kemungkinan akan melebarkan sayapnya di Asia Tengah setelah pasukan militernya ...