Home > Ragam Berita > Internasional > Trump Dapat Teguran Keras dari Obama Terkait Cuitannya

Trump Dapat Teguran Keras dari Obama Terkait Cuitannya

New York – Beberapa waktu yang lalu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membagikan sebuah cuitan di media sosial Twitter yang dinilai memicu kontroversi. Pasalnya Trump bercuit tentang video kekerasan yang dilakukan oleh Umat Islam.

Trump Dapat Teguran Keras dari Obama Terkait Cuitannya

Donald Trump dan Barack Obama

Trump memang dikenal sangat aktif menggunakan platform tersebut. Tak jarang ia mengumumkan kebijakan terbarunya di Twitter yang biasanya dilakukannya pada pagi hari. Terkadang ia juga meluapkan emosinya di medsos tersebut.

Tak jarang pula cuitan dari Trump menuai kontroversi publik secara luas. Oleh karena itu, Gedung Putih saat ini sering ‘dibuat sibuk’ untuk membela diri dikarenakan cuitan Trump yang dinilai menghasut dan menyinggung publik.

Baca juga : Unggah Video Anti Islam, Donald Trump Tuai Kritik

Mengetahui hal tersebut, mantan Presiden AS Obama memberikan kritiknya untuk Trump. Menurutnya sebaiknya Trump berpikir terlebih dahulu sebelum mengunggah sebuah cuitan di Twitter.

“Jangan katakan hal pertama yang muncul di kepala Anda. Miliki sedikit fungsi edit, pikirkan sebelum Anda berbicara, pikirkan sebelum Anda mencuit (di Twitter),” kata Obama di depan publik di New Delhi, India, menurut WashingtonPost, Sabtu (02/12/2017).

Jumlah cuitan Trump di media sosial Twitter memang lebih banyak bila dibandingkan dengan Obama. Meski begitu, Obama mengakui bahwa jumlah pengikutnya lebih banyak daripada Trump. Obama memiliki 97,4 juta pengikut sedangkan Trump hanya 43,7 juta.

“Tidak ada yang memiliki pengikut lebih banyak daripada orang yang menggunakannya lebih sering,” kata Obama mengunggulkan dirinya.
(Muspri-harianindo.com)

x

Check Also

Dalam Sehari Densus 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris di Jawa Timur

Dalam Sehari Densus 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris di Jawa Timur

Surabaya – Detasemen Khusus Antiteror 88 (Densus 88) berhasil menangkap tiga orang terduga teroris di ...