Home > Ragam Berita > Nasional > Mayoritas Anggota Dewan Inginkan Setya Novanto Mengundurkan Diri Dari DPR

Mayoritas Anggota Dewan Inginkan Setya Novanto Mengundurkan Diri Dari DPR

Jakarta – Sudah dua pekan Setya Novanto mendekam di Rumah Tahan KPK. Dirinya dijadikan tersangka karena kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP untuk kedua kalinya, setelah sebelumnya menang pada sidang praperadilan pertama. Kini, dia pun mengadu nasib kembali lewat praperadilan. Kasus tersebut ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun.

Mayoritas Anggota Dewan Inginkan Setya Novanto Mengundurkan Diri Dari DPR

Mayoritas Anggota Dewan Inginkan Setya Novanto Mengundurkan Diri Dari DPR

Desakan Setnov mundur terus bermunculan dan semakin kuat menyusul penetapan tersangka dan penahanan Setnov yang dilakukan KPK. Mayoritas anggota fraksi di dewan Senayan, di antaranya dari Fraksi PDIP, PAN, NasDem, Gerindra, PPP, Demokrat, PKS, PKB, termasuk dari Golkar meminta untuk Setnov mengundurkan diri sebagai Ketua DPR.

Setya Novanto alias Setnov masih belum mau melepaskan dua jabatan penting, baik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar. Lewat dua pucuk surat yang ditulisnya dua pekan lalu, Setnov meminta tak dilengserkan dari dua posisi tersebut.

Baca juga : Fredrich Berikan Komentar Terkait Isu Pengunduran Diri Setnov
Tidak hanya anggota Dewan yang meminta dirinya untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPR RI. Lebih dari 90 persen dari seluruh Dewan Pimpinan Daerah tingkat I Golkar mendorong Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk melakukan pergantian pucuk pimpinan beringin.

Keterlibatan Setnov dalam kasus korupsi e-KTP nyaris tak terbantahkan. Pada sidang terdakwa korupsi e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong pada Kamis (30/11) pekan lalu, nama Setnov disebut berungkali. Andi memastikan Setnov ikut membantu memuluskan anggaran proyek e-KTP senilai Rp5,9 triliun.
(Muspri-harianindo.com)

x

Check Also

KPK Lakukan Pemeriksaan Terkait Kasus Suap Jasa Marga

KPK Lakukan Pemeriksaan Terkait Kasus Suap Jasa Marga

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami substansi terkait proses dan mekanisme audit atau Pemeriksaan ...