Home > Olahraga > Balap > Vettel Nilai Insiden di Azerbaijan Menjadi yang Terburuk di Kariernya

Vettel Nilai Insiden di Azerbaijan Menjadi yang Terburuk di Kariernya

Maranello – Pembalap Ferrari, Sebastian Vettel, telah menganggap perseteruan sengit dengan Lewis Hamilton di Sirkuit Baku sebagai titik terendahnya dalam karier Formula One (F1) pada musim 2017.

Vettel Nilai Insiden di Azerbaijan Menjadi yang Terburuk di Kariernya

Vettel tak sengaja menabrak ban belakang Hamilton pada saat mobil safety car melintas di Azerbaijan. Dalam rekaman tersebut memang terlihat Hamilton mengerem mendadak yang menyebabkan Vettel tak siap menghentikan laju mobilnya.

Alhasil, pembalap berkebangsaan Jerman itu pun geram dan menyenggol roda depan kiri mobil Hamilton dengan roda ban mobilnya. Alhasil kejadian tersebut menimbulkan pro dan kontra dan sempat viral karena menjadi sorotan selama beberapa pekan.

Pada akhirnya Vettel yang emosi mendapat hukuman dan harus puas menyelesaikan balan di posisi keempat. Pembalap berjuluk The Baby Schumi tersebut awalnya menolak untuk mengakui kejadian yang telah ia lakukannya, namun ia akhirnya ia meminta maaf beberapa minggu kemudian saat Federasi Internasional Automotive (FIA) meminta untuk menjelaskan tindakannya.

“Perasaan terburuk yang saya alami adalah setelah balapan di Baku. Hanya karena saya kalah dalam lomba dengan sesuatu yang tidak perlu. Alhasil saya harus berjuang karena hal tersebut. Anda berjuang secara umum dalam hidup dengan hal-hal yang membuat Anda kacau,” terang Vettel sebagaimana diberitakan F1i pada Senin (11/12/2017).

Akibat insiden tersebut, Vettel akhirnya tersungkur dalam dua balapan di Asia. Ia mengalami kerusakan mesin saat membalap di Jepang dan harus mengalami insiden kecelakaan yang menyebabkannya gagal finis di Singapura. Hal ini otomatis membuat Hamilton dengan leluasa mengklaim gelar juara dunia F1 musim 2017.

“Singapura, menurut pendapat saya merupakan sebuah balapan. Saya banyak memikirkannya pada minggu malam dan tidak mudah menempatkan hal tersebut di samping saya. Sama halnya di Jepang, dimana saya harus gagal menyelesaikan balapan karena masalah busi. Ini menggambarkan masa sulit bagi Ferrari dalam kehandalan teknis,” tuntasnya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Valentino Rossi Targetkan Kemenangan di Seri MotoGP Selanjutnya

Valentino Rossi Targetkan Kemenangan di Seri MotoGP Selanjutnya

Sachsenring – Pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, memasang target tinggi setelah meraih podium kedua ...