Home > Gaya Hidup > Kesehatan > Penjelasan Dokter Mengenai Pendarahan di Mata Akibat Sering Main Gadget

Penjelasan Dokter Mengenai Pendarahan di Mata Akibat Sering Main Gadget

Jakarta – Belakangan ini viral sebuah postingan di Facebook yang diunggah oleh seorang ibu yang anaknya mengalami perdarahan di bola lantaran diduga terlalu sering bermain gadget. Dokter mengatakan kondisi ini bisa jadi adalah perdarahan subkonjungtiva.

Penjelasan Dokter Mengenai Pendarahan di Mata Akibat Sering Main Gadget

dr Arini Safira Nurul Akbar, SpM, dari Jakarta Eye Center (JEC) Cinere akhirnya memutuskan untuk angkat bicara dengan berkata bahwa berdasarkan foto yang beredar, ada bercak merah memanjang di bagian putih mata anak tersebut. Sekilas hal ini mirip dengan perdarahan pada subkonjungtiva mata.

Saat acara peresmian JEC Klini Mata Umum Cinere, dirinya sempat mengatakan bahwa “Jadi putih di mata itu namanya sklera. Nah di dalamnya itu ada lapisan tipis yang disebut konjungtiva. Di konjungtiva ini ada pembuluh-pembuluh darah tipis yang memang rentan sekali pecah,”

“Kalau karena main gadgetnya sih jarang sekali menyebabkan subconjunctival bleeding. subconjunctival bleeding itu biasanya karena trauma, benturan, atau mengucek mata terlalu keras,” tambahnya lagi.

Akan tetapi tak berhenti sampai disitu, dirinya kemudian menjelaskan bahwa penggunaan gadget terlalu lama dapat menyebabkan mata kering, terutama pada anak-anak. Mata yang kering biasanya akan mudah gatal, dan mendorong anak untuk lebih sering mengucek matanya.

“Jadi bisa saja karena kelamaan main gadget, matanya jadi kering dan gatal, lalu ngucek matanya terlalu keras, makanya perdarahan,” paparnya lagi.

Untuk itu ia mengingatkan agar pemakaian gadget, baik itu smartphone maupun layar monitor komputer dan televisi, sebaiknya dibatasi. Dengan begitu, mata tidak mudah kering dan menyebabkan gatal hingga harus dikucek.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)

x

Check Also

Inilah Beberapa Penyakit yang Kerap Diderita Balita

Inilah Beberapa Penyakit yang Kerap Diderita Balita

Jakarta – Setelah melewati periode emas atau 1000 hari pertama kehidupan (HPK), balita sangat rentan ...