Home > Olahraga > Balap > Benarkah Musim 2018 Bakal Jadi yang Terakhir untuk Raikkonen ?

Benarkah Musim 2018 Bakal Jadi yang Terakhir untuk Raikkonen ?

Maranello – Meski dalam beberapa musim terakhir penampilan pembalap kepunyaan Tim Scuderia Ferrari, Kimi Raikkonen, tak dapat dikatakan buruk. Namun, bukan berarti hal tersebut membenarkan bahwa Raikkonen telah tampil apik.

Benarkah Musim 2018 Bakal Jadi yang Terakhir untuk Raikkonen ?

Dapat dikatakan, penampilan Raikkonen bersama Ferrari sejak bergabung lagi pada 2014 adalah biasa-biasa saja. Bahkan pada 2014, pembalap berkebangsaan Finlandia itu mengakhiri musim dengan finis di posisi ke-12 klasemen akhir.

Hal tersebut tentunya berbeda dengan kondisi Raikkonen di musim 2007, kala dirinya untuk pertama kali membela Tim Ferrari dan langsung mengakhiri musim sebagai juara dunia Formula One (F1). Kini, Raikkonen seolah kesulitan menemukan kembali masa jayanya, dan hanya bisa bertarung di posisi keempat atau kelima klasemen akhir.

Teranyar, pada gelaran F1 2017, Raikkonen mengakhiri musim di posisi keempat dengan total perolehan poin 205. Hasil tersebut berbanding jauh dengan apa yang didapat rekan satu timnya, Sebastian Vettel, yang menyudahi musim menempati posisi kedua dengan raihan 317 poin.

Menanggapi kondisi stagnan Raikkonen tersebut, President Tim Ferrari, Sergio Marchionne, mengaku bahwa dirinya masih memberikan kepercayaan kepada pembalap 38 tahun itu. Kendati demikian, Marchionne mengultimatum bahwa 2018 bisa jadi musim terakhir bagi Raikkonen di timnya apabila tak mengalami kemajuan. Pasalnya, usia Raikkonen juga dianggap sudah tak lagi sanggup membuatnya menjadi pembalap juara dunia seperti dulu.

“Pendapat pribadi saya adalah bahwa jika kami menemukan kunci yang tepat, maka Raikkonen akan mengemudi seperti dewa. Namun, kami harus menemukannya. Ketika hal-hal berjalan baik, itu akan menjadi kesenangan melihatnya balapan,” jelas Marchionne, menukil dari Planet F1, Rabu (20/12/2017).

“Di momen lainnya, ini seperti dia butuh waktu beristirahat. Dia butuh konsistensi lebih perihal performanya, namun ini penting untuk menemukan kunci yang tepat untuk membuatnya balapan seperti di Monaco,” lanjut Marchionne.

“Mungkin ini akan menjadi musim terakhirnya untuk menemukan kunci yang tepat itu dan kami harus melakukannya. Ini akan memalukan jika dia pergi meninggalkan F1 tanpa menunjukkan potensi dia yang sebenarnya,” pungkas pria berkebangsaan Italia itu. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Inilah Komentar Folger Terkait Kembali Mengaspal di MotoGP

Inilah Komentar Folger Terkait Kembali Mengaspal di MotoGP

Muhldorf – Rumor kembalinya mantan pembalap Tim Yamaha Tech 3, Jonas Folger, ke dunia balap ...