Home > Teknologi > Sains > Spesies Cicak Yang Baru Ditemukan Ini Dinamai ‘Ahok’

Spesies Cicak Yang Baru Ditemukan Ini Dinamai ‘Ahok’

Jakarta – Tim peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan spesies cicak baru di wilayah Pulau Belitung Timur.

Spesies Cicak Yang Baru Ditemukan Ini Dinamai ‘Ahok’

Yang menarik, spesies cicak baru ini kemudian dinamai dengan menggunakan nama belakang mantan Bupati Belitung Timur yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki TjahajaPurnama (Ahok).

Dalam buku Jurnal Zootaxa nama ‘Cicak Ahok’ ini sudah tercantum.

Menurut peneliti LIPI yang terdiri dari Awal Riyanto, Amir Hamidy, Irvan Sidik dan Danny Gunalen ini, spesies cicak yang mereka temukan dinamai dengan menggunakan nama belakang Ahok.

“Cicak (spesies) baru tersebut diberi nama Cnemaspis purnamai,” kata Amir, Senin (8/1/2018).

Menurut mereka, tidak ada maksud tertentu, apalagi unsur politis, yang melatarbelakangi penamaan ini, kecuali hanya menghormati sosok Ahok sebagai putra dari Belitung Timur.

“Penamaan itu juga hak penemu (spesies). Selain itu untuk memberi penghormatan untuk tokoh Belitung Timur, Pak Ahok,” ungkap Amir.

Cicak yang termasuk dalam cicak batu genus Cnemaspis Strauch ini diduga menjadi hewan endemik di Pulau Belitung Timur.

“Kemungkinan karena posisi Pulau Belitung yang berada diantara Kalimantan dan Sumatera,” katanya.

Penemuan cicak jenis baru ini juga tanpa disengaja saat tim peneliti sedang mengeksplorasi hutan di Desa Burong Mandi, Belitung Timur, pada Maret 2017 lalu.

“Jadi nggak sengaja. Malam-malam pakai headlamp, nemu,” tutur Amir.

Cicak Ahok ini memiliki perbedaan morfologis berupa jumlah sisik postmental, pola sisik dan warna, dibandingkan dengan spesies cicak lainnya.

Dengan bertambahnya spesies cicak jenis baru ini maka anggota Cnemaspis bertambah menjadi 132 spesies. Dari jumlah tersebut, 18 spesies terdapat di Indonesia.
(samsul arifin – harianindo.com)

x

Check Also

Wow, Google Harus Bayar Rp 134 Triliun per Tahun Untuk ‘Menyewa Tempat’ di iPhone

Wow, Google Harus Bayar Rp 134 Triliun per Tahun Untuk ‘Menyewa Tempat’ di iPhone

Jakarta – Meski Apple merupakan pesaing berat Google dalam perangkat keras dan perangkat lunak, tidak ...


Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/harianindo/public/wp-content/plugins/mashshare-sharebar/includes/template-functions.php on line 135