Home > Ragam Berita > Internasional > Bangladesh-Myanmar Sepakat dengan Pemulangan Pengungsi Rohingya Mulai Bulan Ini

Bangladesh-Myanmar Sepakat dengan Pemulangan Pengungsi Rohingya Mulai Bulan Ini

Dhaka – Pemerintah Bangladesh dan Myanmar sepakat pemulangan pengungsi Rohingya dilakukan dalam kurun waktu 2 tahun, terhitung mulai 23 Januari 2018.

Bangladesh-Myanmar Sepakat dengan Pemulangan Pengungsi Rohingya Mulai Bulan Ini

Pengungsi Rohingnya

Sebagaimana diberitakan Reuters pada Selasa (16/1/2018), Kesepakatan kedua negara bertetangga ini disampaikan lewat pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Bangladesh. Myanmar, menurut pernyataan itu, akan menyediakan tempat tinggal sementara bagi pengungsi Rohingya yang pulang sebelum ruamh mereka dibangun kembali.

Bangladesh akan mendirikan lima kamp transit dalam proses pemulangan pengungsi Rohingya dengan dua pusat penerimaan di lahan Myanmar yang terletak di perbatasan Bangladesh.

“Myanmar telah menegaskan kembali komitmennya untuk menghentikan warga Myanmar masuk ke Bangladesh,” ujar pernyataan Kementerian Luar Negeri Bangladesh itu.

Pemulangan kembali juga diberlakukan bagi anak yatim piatu dan anak-anak yang lahir akibat kejahatan pemerkosaan.

Baca juga: Presiden Turki Tegaskan Bakal Gempur Sarang Teroris di Suriah

Sementara itu, Direktur Jenderal Kementerian Kesejahteraan Sosial, Pemulihan dan Pemulangan Myanmar, Ko Ko Naing menjelaskan bahwa dalam pertemuan yang diadakan di Naypyitaw, ibu kota Myanmar, 16 Januari 2018, pihak Myanmar telah meneken kesepakatan dengan Bangladesh mengenai proses pemulangan yang dimulai 23 Januari 2018.

Pejabat di Kementerian Tenaga kerja, Imigrasi dan Populasi, Myint Kyaing menjelaskan, Myanmar akan memulai proses pemulangan dengan sedikitnya 150 orang lewat dua kamps pada 23 Januari mendatang. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Suriah Akhirnya Sukses Rebut Damaskus dari ISIS

Suriah Akhirnya Sukses Rebut Damaskus dari ISIS

Damaskus – Setelah dikuasai kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), kini bendera Suriah ...