Home > Ragam Berita > Nasional > Awas, Waspadai Modus Travel Yang Tawarkan Paket Umroh

Awas, Waspadai Modus Travel Yang Tawarkan Paket Umroh

Jakarta – Harapan masyarakat Indonesia untuk berangkat ibadah Haji di Tanah Suci memang sangat besar. Hal itu lah yang menjadikan para penipu sebagai sebuah ladang subur untuk menjalankan aksinya. Setelah kasus First Travel, kini mulai beredar nama Hannien Tour dan Abu Tour.

Awas, Waspadai Modus Travel Yang Tawarkan Paket Umroh

Awas, Waspadai Modus Travel Yang Tawarkan Paket Umroh

Melihat fenomena tersebut, anggota Dewan Kehormatan Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji Republik Indonesia (Amphuri), Budi Firmansyah, meminta masyarakat untuk benar-benar berhati-hati dan selektif dalam memilih biro umroh.

Lantas apa saja hal-hal yang perlu diwaspadai saat memilih biro perjalanan umroh ? Berikut ini penjelasannya :

1. Paket Umroh Promo Rp 14 Juta
Travel umroh abal-abal biasa menjerat korbannya dengan harga yang sangat murah. Patokan harga yang paling sering digunakan adalah harga promo Rp 14 juta. Dengan harga yang bisa dibilang sangat murah, tak sedikit konsumen yang akhirnya tergiur untuk mendaftar dan dijanjikan akan diberangkatkan pada tahun depan.

Padahal jumlah Rp 14 juta itu tidak masuk akal untuk umroh menggunakan travel. Jelas beda dengan harga umroh mandiri seperti yang dilakukan beberapa komunitas backpacker misalnya.

Baca juga : Bos Empire Palace Surabaya Resmi Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan

“Kementerian Agama memberikan minimal standar (peserta) yang rasional adalah 1.700 Kalau hitung-hitungan kurang lebih di harga Rp 22 juta,” kata Budi Firmansyah.

2. Jadwal Keberangkatan dengan Tanggal Tidak Pasti
Waspadai modus tanggal keberangkatan yang fleksibel. Jangan mau menyetor uang sebelum ada tanggal pasti. Umumnya paket promo ditawarkan jauh di depan, dari tahun sebelumnya atau beberapa bulan di muka. Travel yang benar pasti akan langsung membooking tiket pesawat untuk jamaah.

3. Alasan Visa Ditolak
Travel yang benar akan menjamin surat-surat kelengkapan jemaah haji beres maksimal dua atau tiga hari sebelum keberangkatan. Dalam beberapa kasus penipuan umroh, sering jamaah sudah dijanjikan berangkat tapi sampai di bandara diberi tahu ternyata visanya belum keluar. Mereka pun akhirnya batal untuk berangkat umroh.
(Muspri-harianindo.com)

x

Check Also

Jusuf Kalla Kecam Aksi Politik Bermodus Bagi-Bagi Takjil

Jusuf Kalla Kecam Aksi Politik Bermodus Bagi-Bagi Takjil

Jakarta – Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla mengecam aksi politik bermodus bagi-bagi takjil dengan ...