Home > Ragam Berita > Nasional > Pengamat Menilai Pertengkaran Bupati Tolitoli dan Wakilnya Sebagai Contoh Buruk

Pengamat Menilai Pertengkaran Bupati Tolitoli dan Wakilnya Sebagai Contoh Buruk

Jakarta – Dalam acara pelantikan pejabat di lingkungan Pemkab Tolitoli, terjadi keributan antara Bupati Tolitoli, Sulawesi Tengah, Saleh Bantilan dengan wakilnya. Keributan tersebut hampir saja berujung kontak fisik.

Pengamat Menilai Pertengkaran Bupati Tolitoli dan Wakilnya Sebagai Contoh Buruk

Hal tersebut dinilai sebagai tindakan memalukan yang pernah dilakukan oleh Kepala Daerah. Salah seorang pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komaruddin, menilai bahwa kepala daerah seharusnya bisa meredam emosi serta bersikap dewasa dalam menghadapi masalah.

“Ini kejadian yang memalukan. Pejabat publik seperti bupati dan wakil bupati jangan bersikap kekanak-kanakan. Apalagi sampai bentrok fisik,” katanya, Jumat (2/2/2018).

Menurut Ujang, keributan yang terjadi antara bupati dan wakilnya tersebut menjadi sebuah pemandangan yang tak enak dilihat oleh masyarakat. Padahal, seharusnya tindakan keduanya harus bisa dijadikan suri teladan, bukan malah sebaliknya.

“Bupati dan wakil bupati yang seharusnya memberi contoh yang baik kepada masyarakat justru berbuat yang sebaliknya,” ucap Ujang.

Ia melanjutkan, apabila kedua pimpinan bertengkar, roda pemerintahan daerah tak akan bisa berjalan sesuai rencana yang telah disusun. Oleh sebab itu, dalam memimpin, setiap kepala daerah harus bisa menekan ego masing-masing demi kepentingan bersama.

“Berdamai adalah jalan yang terbaik. Pemerintahan daerah tidak akan berjalan jika bupati dan wakil bupatinya bersebrangan dan bermusuhan,” ujarnya.

Sekedar informasi, keributan tersebut terjadi saat acara pelantikan pejabat struktural dan fungsional pengawas dan kepala sekolah di Gedung Wanita Tolitoli, Sulawesi Tengah, pada Rabu (31/1/2018) silam.

Ketika itu, adu mulut di antara keduanya tak bisa terhindarkan lantaran Abdul Rahman tersinggung tidak dilibatkan dalam proses pelantikan pejabat di Tolitoli. Alhasil, ia memprotes keras adanya pelantikan tersebut dengan menendang meja dan berteriak-teriak keras saat pelantikan berlangsung hingga nyaris berujung adu jotos.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)

x

Check Also

Label Ulama Untuk Sandiaga, PP Pemuda Muhammadiyah : "Ya Nggak Ada Masalah"

Label Ulama Untuk Sandiaga, PP Pemuda Muhammadiyah : “Ya Nggak Ada Masalah”

Jakarta – Dahnil Anzar Simanjuntak selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah akhirnya angkat suara ...