Home > Ragam Berita > Nasional > KPK Masih Dalami Kesaksian Andi Narogong di Sidang Kasus Setnov

KPK Masih Dalami Kesaksian Andi Narogong di Sidang Kasus Setnov

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mencermati fakta persidangan terkait Setya Novanto yang mendengar dari Andi Agustinus alias Andi Narogong bahwa Ganjar Pranowo sudah mendapatkan jatah terkait proyek KTP elektronik (KTP-e).

KPK Masih Dalami Kesaksian Andi Narogong di Sidang Kasus Setnov

“Kami juga dengar fakta persidangan seperti itu. Tentu saja fakta persidangan perlu dicermati terlebih dahulu. Misalnya, dikatakan Setya Novanto mendengar dari Andi Agustinus,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/2/2018).

Sebelumnya, mantan Ketua DPR Setya Novanto dilapori pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong bahwa Wakil Ketua Komisi II saat itu Ganjar Pranowo sudah mendapatkan jatah 500 ribu dolar AS terkait proyek KTP elektronik.

“Waktu Andi (Narogong) ke rumah saya itu menyampaikan telah memberikan bantuan dana untuk teman-teman ke Komisi II dan Banggar (Badan Anggaran), dan untuk Pak Ganjar sekitar bulan September 500 ribu dolar AS, itu disampaikan kepada saya,” kata Setya Novanto dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis.

Baca juga: Fifi Lety : Ahok Sudah Berusaha Pertahankan Pernikahan dengan Veronica Tan

Hal itu disampaikan Novanto terkait pertemuannya dengan Ganjar Pranowo di Bandara Ngurah Rai Bali sekitar tahun 2011-2012. Novanto dalam pertemuan itu menyampaikan “jangan galak-galak” dan “apakah sudah selesai” terkait dengan proyek KTP-e yang anggarannya sedang dibahas di Komisi II.

“Tentu kami harus lihat kesesuaian bukti satu dengan yang lainnya. Barulah kami bisa mendalami fakta-fakta persidangan tersebut,” ucap Febri.

x

Check Also

Tulis Komentar Melalui WA, Ketua MK Arief Hidayat Kembali Dilaporkan ke Dewan Etik

Tulis Komentar Melalui WA, Ketua MK Arief Hidayat Kembali Dilaporkan ke Dewan Etik

Jakarta – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat kembali harus berhadapan dengan Dewan Etik setelah ...