Home > Ragam Berita > Nasional > Ikuti Tren, Amien Rais Beri Kartu Merah Untuk Jokowi

Ikuti Tren, Amien Rais Beri Kartu Merah Untuk Jokowi

Jakarta – Peristiwa ‘kartu kuning’ menimpa Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari Jumat (01/02/2018) kemarin. Pada saat itu Presiden Jokowi menghadiri acara Dies Natalis Universitas Indonesia di Kampus UI, Depok.

Ikuti Tren, Amien Rais Beri Kartu Merah Untuk Jokowi

Ikuti Tren, Amien Rais Beri Kartu Merah Untuk Jokowi

Saat sesi foto bersama, tiba-tiba saja Ketua BEM UI Zaadit Taqwa mengacungkan kartu kuning kepada Presiden Joko Widodo sambil meniup peluit.

Kartu kuning diberikan sebagai peringatan ke Jokowi atas berbagai masalah yang terjadi, mulai dari gizi buruk di Asmat yang menewaskan puluhan orang hingga wacana pemerintah hendak mengangkat penjabat Gubernur dari Polri.

Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais ikut angkat bicara. Menurutnya kartu kuning yang diberikan untuk Presiden Jokowi masih belum cukup. Amien mengatakan jika itu adalah dirinya, maka dia akan memberikan kartu merah.

“Kalau saya bukan kartu kuning, saya kasih kartu merah (untuk Jokowi),” kata Amien usai menghadiri diskusi ‘ Kartu Kuning’ dan Gerakam Mahasiswa Zaman Now’ yang digelar di Kantor DPP PAN, Jakarta, Rabu (07/02/2018).

Baca juga : Jokowi Dinilai Gagal, Amien Rais Minta Kader PAN Siapkan Pengganti

Ia menilai bahwa kartu merah untuk Presiden Jokowi lebih tepat terlebih saat ini menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Amien berharap Jokowi tak melanjutkan kepemimpinannya sampai dua periode.

“Jadi dikeluarkan dari lapangan demokrasi, dicari yang lebih unggul, lebih bagus,” kata Amien.

Sebab menurutnya Jokowi telah gagal membuat rakyat sejahtera, bahkan di sisa usia pemerintahannya yang tinggal satu tahun ini. Ekonomi yang dibangun menurut dia hanya menguntungkan golongan kaya raya dan asing.

Lantas ia memberikan contoh seperti proyek Meikarta dan juga reklamasi teluk Jakarta yang dalam pembangunannya menabrak sejumlah aturan.

“Itu jelas bukan untuk bangsa indonesia, dari sisi harganya, dari peruntukannya, itu jelas untuk Singapura, Shenzhen, Shanghai, Beijing, dan lain-lain. Itu jelas sekali,” jelasnya.
(Muspri-harianindo.com)

x

Check Also

Alaska Desak Jokowi Segera Berhentikan Mendagri

Alaska Desak Jokowi Segera Berhentikan Mendagri

Jakarta – Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran (ALASKA) secara mengejutkan ungkapkan permintannya pada Presiden ...