Home > Ragam Berita > Ekonomi > Warga di Semarang Kembangkan Alpukat Super Dengan Berat 2,2 Kg

Warga di Semarang Kembangkan Alpukat Super Dengan Berat 2,2 Kg

Semarang – Seorang warga yang tinggal di Dukuh Ngasem Jombor RT 04 RW 07, Desa Jetis, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menjadi perbincangan orang banyak. Pasalnya dirinya berhasil membudidaya buah alpukat yang berukuran tidak biasa.

Warga di Semarang Kembangkan Alpukat Super Dengan Berat 2,2 Kg

Supriyono menunjukkan buah alpukat hasil budidaya miliknya

Dilansir dari Jawapos.com, Jumat (09/02/2018), warga tersebut diketahui bernama Supriyono. Buah alpukat hasil budidaya Supriyono bisa mencapai berat 2,2 kg per butirnya. Dilihat dari beratnya saja bisa dikatakan bahwa buah alpukat yang dihasilkan super berukuran jumbo.

Saat ini, ia punya sekitar 15 pohon alpukat dengan buah besar tumbuh subur di kebun miliknya. Ia mengakui bahwa buah alpukat itu awalnya dikembangkan bersama teman-temannya dalam satu kelompok.

“Setelah buah klengkeng, saya eksperimen buah alpukat, dan sekarang mempunyai beberapa varian buah alpukat,” ujar bapak satu anak ini.

Baca juga : Sri Mulyani Ungkap Kerugian Negara Yang Diakibatkan Karena Narkotika

Supriyono mengatakan bahwa buah alpukat hasil budidaya miliknya terdiri dari tiga jenis alpukat besar. Jenis pertama,dengan ukuran alpukat 1 kg, lalu alpukat 2 kg, dan alpukat lonjong ukuran 1,5 kg.

Harganya pun bervariasi. Untuk alpukat ukuran 1 kg seharga Rp 22.500 per kg, ukuran 2 kg seharga Rp 25 ribu per kg, dan ukuran 1,5 kg jenis lonjong dijual seharga Rp 25 ribu per kg.

“Harganya bervariasi,Mas, karena memang dari bentuknya yang berbeda.Kalau alpukat kecil, biasanya 1 kg berisi 3-4 butir, harganya Rp 15 ribu. Kalau ini alpukat super ini mulai harga Rp 22.500 sampai Rp 25 ribu per kg,”paparnya.
(Muspri-harianindo.com)

x

Check Also

Tiang Pancang Tol Becakayu Ambruk, Seluruh Proyek Jalan Layang di Indonesia Dihentikan Sementara

Tiang Pancang Tol Becakayu Ambruk, Seluruh Proyek Jalan Layang di Indonesia Dihentikan Sementara

Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memutuskan untuk menghentikan sementara ...