Home > Ragam Berita > Nasional > Masyarakat Diminta Tidak Mudah Terprovokasi Isu PKI

Masyarakat Diminta Tidak Mudah Terprovokasi Isu PKI

Jakarta – Beberapa waktu belakangan ini isu-isu terkait komunisme alias PKI kembali menyebar. Meski keadaan sempat menjadi tenang selama beberapa waktu, isu komunisme itu kembali menyebar bahkan membuat masyarakat kembali menjadi merasa resah.

Masyarakat Diminta Tidak Mudah Terprovokasi Isu PKI

Masyarakat Diminta Tidak Mudah Terprovokasi Isu PKI

Akibat dari kabar bohong tersebut, seorang pria harus mendapatkan sebanyak 9 jahitan di kepalanya akibat dihajar oleh massa. Ia menjadi sasaran amukan massa karena dituduh hendak membunuh seorang tokog agama yang terkenal di lokasi kejadian.

Dilansir dari Jawapos.com, Kamis (15/02/2018), pria tersebut bernama Wahyudin Firmansyah. Pria yang mengalami gangguan kesehatan mental terebut diamuk massa di Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Tokoh agama setempat yang dikabarkan hendak dibunuh bernama KH Encep Muhaemin. Diduga tuduhan PKI yang ditujukan ke Wahyudin dipicu oleh pakaiannya, yakni baju dan celana serba merah. Informasi itu berdasar video yang merekam kejadian saat massa mengeroyok Wahyudin.

Baca juga : Pelaku Video Settingan Isu PKI di Bogor Dibekuk Aparat

Video tersebut lantas tersebar luas di media sosial Facebook dan WhatsApp sejak hari sabtu (10/02/2018) kemarin. Tentu saja hal ity menuai amarah warga dunia maya dan langsung memviralkan postingan video tersebut.

Kabidhumas Polda Banten AKBP Zaenudin menyampaikan bahwa terkait berita bahwa ada orang yang menyuruh untuk membunuh KH. Encep Muhaemin di Kabupaten Pandeglang itu adalah hoax.

“Yang lucu adalah KH. Encep tidak pernah merasa ada orang yang mengawasi dirinya, lho kok orang lain yang sibuk memviralkan bahwa KH. Encep akan dibunuh. Luar biasa. Ada skenario apa ini?”, ungkap AKBP Zaenudin dikantornya, Kamis (15/02/2018).

Oleh karena itu, masyarakat dituntut untuk lebih cerdas dan tidak mudah terprovokasi dengan isu – isu tersebut. Jadilah warga media sosial yang baik, dengan tidak menyebarkan berita – berita hoax yang akan berdampak negatif pada persatuan dan kesatuan Indonesia.
(Muspri-harianindo.com)

x

Check Also

MA Jatuhkan Vonis 13 Tahun Penjara kepada Andi Narogong

MA Jatuhkan Vonis 13 Tahun Penjara kepada Andi Narogong

Jakarta – Mahkamah Agung memperberat vonis pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong menjadi 13 tahun ...


Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/harianindo/public/wp-content/plugins/mashshare-sharebar/includes/template-functions.php on line 135