Home > Ragam Berita > Nasional > Bejat, Guru Ini Gerayangi Muridnya di Musala

Bejat, Guru Ini Gerayangi Muridnya di Musala

Jakarta – Nama dunia pendidikan kembali tercoreng dengan aksi bejat seorang guru yang melakukan tindakan asusila terhadap muridnya sendiri. Parahnya murid yang menjadi korbannya merupakan anak-anak yang masih dibawah umur.

Bejat, Guru Ini Gerayangi Muridnya di Musala

Ilustrasi

Dilansir dari Pojoksatu.id, Jumat (16/02/2018), korban diketahui berinisial AK (11) sedangkan sang guru diketahui berinisial AM (55). Pencabulan itu sendiri terjadi di sebuah tempat ibadah (mushala) SDN 3 Srengseng 04, Kembangan, Jakarta Barat.

Kabar itu juga dibenarkan oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Argo Yuwono. Argo mengatakan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan yang berhasil diperoleh, tersangka ternyata sudah melakukan aksi bejatnya sejak 3 November 2017 silam.

“Pelapor adalah NF ibu dari korban. Dia melaporkan pada 12 Februari 2018 atas tindakan tidak terpuji tersebut pada November 2017 lalu sekitar pukul 14.30 WIB,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/02/2018).

Lebih lanjut Argo menjelaskan bahwa kejadian tersebt berawal ketika pelaku meminta korban untuk datang ke mushala sekolah dengan maksud meminta tolong untuk dipijat punggung pelaku.

Baca juga : Polisi Akan Panggil IDI Terkait Kasus Pelecehan Seksual di RS National Hospital

“Usai dipijat, barulah tindakan bejat itu terjadi,” jelas Argo.

Tidak hanya itu, lanjut Argo, tersangka yang juga wali kelas korban juga meraba payudara dan bagian kemaluan korban.

“Setelah selesai menginjak-injak punggungnya, pelaku berdiri dan merangkul korban. Kemudian memegang rahang dengan keras hingga mencium bibirnya sambil memasukkan lidahnya ke mulut korban,” tambah Argo.

Berdasarkan keterangan para saksi, ternyata yang menjadi korban dari aksi bejat AM tidak hanya AK, melainkan ada juga beberapa korban yang lainnya. Aksi tersebut tidak hanya dilakukan sekali, melainkan berkali-kali.

“Semuanya dilecehkan dengan dipegang kemaluannya,” jelasnya.

Atas syahwat bejatnya itu, AM dijerat Pasal 82 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 Tentang Perubahan Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2001 tentang Perlindungan Anak. Dengan pasal tersebut, tersangka diancaman penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun.
(Muspri-harianindo.com)

x

Check Also

Mendagri Tak Permasalahkan Pencopotan Walkot Oleh Anies

Jakarta – Tjahjo Kumolo kali ini ikut komentari perihal pencopotan Wali Kota se-Jakarta oleh Gubernur ...