Home > Ragam Berita > Nasional > Pengamat Menilai Kebijakan Anies-Sandi Lebih Berpihak Kepada Kroni-kroninya

Pengamat Menilai Kebijakan Anies-Sandi Lebih Berpihak Kepada Kroni-kroninya

Jakarta – Sekretaris Jenderal Cyber Indonesia, Jack Boyd Lapian, melaporkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke polisi, Kamis (22/02/2018) malam, terkait kebijakan yang telah dibuat oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang menutup Jalan Jatibaru, Tanaha Abang, Jakarta Pusat.

Pengamat Menilai Kebijakan Anies-Sandi Lebih Berpihak Kepada Kroni-kroninya

Pengamat Menilai Kebijakan Anies-Sandi Lebih Berpihak Kepada Kroni-kroninya

Mengetahui hal itu, pengamat kebijakan publik, Trubus Rahadiansyah angkat suara. Ia memberikan pendapatnya bahwa pelaporan polisi tersebut merupakan sebuah bukti yang kuat atas kebijakan Anies yang dianggap memang bermasalah dari berbagai aspek, termasuk sosiologis.

“Artinya, kebijakan itu bukan saja ada aturan yang dilanggar, tapi juga merugikan masyarakat umum,” tegasnya di Jakarta, Jumat (23/02/2018).

Menurut penilaian Trubus, Anies-Sandi selama ini selalu berkoar-koar tentang semua kebijakan yang dihasilkan adalah untuk wong cilik. Dan menempatkannya sebagai golongan yang harus dibela mati-matia meski harus melanggar banyak peraturan dan tanpa payung hukum yang jelas.

Baca juga : Terkait Tunggakan Pajak Air Tanah, Anies Baswedan Bentuk Tim Khusus

Akan tetapi, dalam hematnya, hal itu justru telah menempatkan masyarakat wong cilik sebagai tumbal politik Anies-Sandi. Yakni untuk membumihanguskan kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh gubernur-gubernur sebelumnya.

“Padahal kebijakan-kebijakan gubernur sebelumnya tidak salah sepenuhnya,” tuturnya.

“Namun di balik itu semua sesungguhnya ada tangan-tangan politik dari para pengusaha kroni Anies-Sandi, parpol pendukung, preman-preman politik penguasa Tanah Abang, yang mengeruk keuntungan dengan kebijakan itu,” sambungnya.

Trubus menjelaskan, keuntungan yang didapat Anies dari kebijakan itu diakuinya tidak saja bersifat finansial, tetapi juga keuntungan bisnis dan politik. Orang-orang dimaksud itu telah berhasil mempengaruhi Anies-Sandi untuk ngeyel bahwa kebijakan yang sudah mereka keluarkan adalah benar.

“Tentu menyedihkan, karena kebijakan penataan Tanah Abang tidak murni untuk kepentingan masyarakat wong cilik, tapi lebih kepada kepentingan kroni-kroni pendukungnya,” pungkasnya.
(Muspri-harianindo.com)

x

Check Also

Fahri Hamzah Nilai Prabowo Sulit Kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Fahri Hamzah Nilai Prabowo Sulit Kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Jakarta – Mantan politisi PKS Fahri Hamzah mengkritik Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang ...