Home > Ragam Berita > Nasional > Lagi, Polisi Ringkus Salah Satu Anggota Muslim Cyber Army

Lagi, Polisi Ringkus Salah Satu Anggota Muslim Cyber Army

Surabaya – Baru-baru ini, pihak Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim menahan empat orang tersangka pelaku penyebaran berita bohong atau hoaks, SARA, dan ujaran kebencian.

Lagi, Polisi Ringkus Salah Satu Anggota Muslim Cyber Army

Identitas dari keempat pelaku tersebut adalah salah seorang warga Jalan Bulak Jaya Gang 2 nomer 1b Kelurahan Wonokusumo, Semampir, Surabaya, bernama Muhammad Faizal Arifin alias Itong, warga Jalan Untung Suropati, Sambigede, Sumberpucung, Malang, bernama Jazuri, warga Dusun Toko Kelurahan Sumur Dalam, Besuk, Probolinggo, bernama Sofyan, dan warga Jalan Blimbing Sumenep, Madura, Minandar.

Menurut penuturan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, keempat pelaku tersebut dibekuk pada Februari 2018 silam. Mereka diduga telah menyebarkan berita yang tidak benar (hoax) dan melakukan provokasi.

“Keempatnya merupakan pelaku ujaran kebencian lewat media sosial. Dan melakukan provokasi lewat akun mereka yang disebarkan di medsos,” kata Barung, di Mapolda Jatim, Jumat (2/3).

Barung melanjutkan, keempat tersangka tersebut telah diamankan oleh tim Cyber Crime Polda Jatim usai dilakukan pengejaran sejak bulan Januari hingga Februari 2018 silam. Umumnya, mereka beraksi di dunia maya dengan membuat konten provokasi dengan mengatasnamakan isu kebangkitan PKI.

Di sisi lain, Wadirreskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara menambahkan bahwa dari keempat pelaku yang telah diamankan tersebut, salah satunya masuk ke dalam afiliasi Muslim Cyber Army (MCA).

“Dari keempat pelaku, Arifin yang sudah terafiliasi dengan Muslim Cyber Army (MCA) dan kami tahan, sementara lainnya masih proses lidik,” ujar Arman.

Mantan Kapolres Probolinggo tersebut menjelaskan, para pelaku melakukan aksinya dengan menggunakan akun-akun media sosial seperti Facebook, dan Instagram. Hal itu seperti yang dilakukan Arifin.

Arifin yang diketahui berprofesi sebagai seorang satpam tersebut, menggunakan satu akun Instagram atas nama bang.itong55, dan satu akun Facebook dengan nama Itong. Lantas, lanjut Arman, pelaku menggencarkan aksinya dengan mengupdate status berisi ujaran kebencian.

Salah satu postingannya yakni seperti yang terlihat di akun Facebook Arifin, pada Selasa (13/2/2018). Dalam akun tersebut, tampak ada postingan yang berisikan ujaran kebencian dan provokasi kepada masyarakat.

Konten yang diupload pelaku adalah seakan-akan mengajak masyarakat untuk tidak mempercayai KH Said Aqil Siradj menjadi pimpinan NU, dan Said dituduh sebagai biang kerok yang salah dalam membimbing muridnya. Selain itu kata Arman, masih ada banyak lagi konten yang diupload Arifin untuk melakukan provokasi.

“Konten yang dibuat Arifin sudah ribuan kali di-share dan viral. Sementara untuk ketiga lainnya juga sama dengan konten provokasi berisi penyerangan ulama yang dilakukan PKI,” ungkapnya.

Padahal, Arman membeberkan, setelah dicek di TKP lokasi kejadian seperti yang diupload di media sosial aksi penyerangan tersebut tidak ada benar. Dari keempat pelaku ada tersangka yang berprofesi sebagai guru yakni Minandar. Sementara untuk Sofyan dan Jazuri merupakan karyawan swasta.

“Sebenarnya penyerangan pada ponpes dan ulama itu tidak ada sama sekali alias hoaks, sudah kami selidiki di lapangan,” jelasnya.

“Kalau di Jatim sementara ada dua yang masuk afiliasi MCA. Arifin dan Eriyanto dari Sidoarjo. Saat ini masih dikembangkan apakah mereka saling kenal. Namun dari pengakuannya mereka belum mengenal,” bebernya.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)

x

Check Also

Hasil Survey Cyrus Menyebut Golkar Partai Paling Korup

Hasil Survey Cyrus Menyebut Golkar Partai Paling Korup

Jakarta – Sebuah lembaga survei Cyrus Network melakukan survei terkait partai-partai Indonesia yang melakukan tindakan ...