Home > Olahraga > Balap > Ducati Sedang Selenggarakan Program untuk Tim Satelit

Ducati Sedang Selenggarakan Program untuk Tim Satelit

Doha – Jelang dilangsungkannya gelaran MotoGP 2018, Tim Ducati nyatanya tengah menjalankan program untuk tim satelitnya. Bila selama ini tim satelit biasanya digunakan sebagai program untuk mengembangkan motor atau memperbaiki jumlah poin dalam klasemen konstruktor, namun Ducati ingin memfungsikan tim satelit mereka untuk program pengembangan para pembalap muda.

Ducati Sedang Selenggarakan Program untuk Tim Satelit

Selama ini, biasanya tim-tim utama di MotoGP tak terlalu memperhatikan secara detail para pembalap mereka di tim satelit. Umumnya, mereka yang mengisi tim satelit adalah para pembalap pendatang baru, yang pada musim sebelumnya di ajang Moto2 memiliki raihan gemilang atau para pembalap yang sudah berkecimpung lama di MotoGP namun prestasinya biasa-biasa saja.

Namun, Ducati tak ingin merekrut pembalap secara asal-asalan. Direktur Olahraga mereka, Paolo Ciabatti menerangkan kalau Ducati akan menjadikan tim satelit mereka, Pramac Ducati, sebagai program pengembangan para pembalap muda. Maka dari itu, usia kini menjadi pertimbangan penting bagi Ducati untuk merekrut para pembalap ke tim satelit mereka.

Hal tersebut dimaksudkan agar para pembalap muda tersebut dapat memaksimalkan potensinya dan matang pada waktunya. Sehingga, ketika pada suatu saat pembalap di tim utama Ducati hengkang atau pensiun, maka pembalap di tim satelit bisa naik jenjang dan menggantikannya.

Terdapat beberapa keuntungan yang didapat Ducati dari programnya tersebut. Selain tak perlu pusing lagi mencari sosok yang tepat untuk menghuni tim utama, tidak pusing dalam negosiasi gaji, para pembalap tersebut juga sudah beradaptasi dengan baik dengan Desmosedici.

“Sebelum melihat ke kebun tetangga (pembalap milik tim lain), kami harus melihat kepada para pembalap yang kami miliki: kami memiliki Danilo Petrucci dan Jack Miller, yang memiliki pilihan bersama kami untuk tahun depan. Lalu kami telah merekrut (Francesco) Bagnaia (21 tahun),” ucap Ciabatti sebagaimana diberitakan GP Xtra pada Kamis (8/3/2018).

“Kami juga perlu belajar untuk menyesuaikan. Lagipula, itu tidak menetap, mengingat talenta yang kami miliki di tempat kami sendiri,” tukas Ciabatti. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Dovizioso Akui Senang Bisa Mulai MotoGP Austria 2018 di Posisi Ke-2

Dovizioso Akui Senang Bisa Mulai MotoGP Austria 2018 di Posisi Ke-2

Spielberg – Pembalap Ducati Corse, Andrea Dovizioso, harus puas berada di posisi dua pada kualfikasi ...