Home > Ragam Berita > Ekonomi > Khawatir Kredit Macet, Pemerintah Stop Pendaftaran Taksi Online Baru

Khawatir Kredit Macet, Pemerintah Stop Pendaftaran Taksi Online Baru

Jakarta – Perusahaan taksi online tidak boleh lagi menerima pendaftaran mitra pengemudi baru karena pemerintah memutuskan melakukan moratorium atau menghentikan sementara pendaftaran.

Khawatir Kredit Macet, Pemerintah Stop Pendaftaran Taksi Online Baru

Menurut keterangan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, langkah yang dilakukan pemerintah ini sebenarnya untuk melindungi pengemudi taksi online supaya tidak mengalami gagal bayar dalam kredit mobilnya karena semakin banyaknya pengemudi taksi online.

“Karena jumlahnya kalau berlebihan nanti, itu akan menimbulkan masalah. Karena 70% dari hasil studi itu, pembelian kendaraan-kendaraan itu pakai kredit. Kalau nanti jumlah penumpang dengan jumlah kendaraannya nggak seimbang, kan nanti jadi nggak bisa bayar. Jadi itu yang harus dipikirkan,” kata Luhut di kantornya, Jakarta, Senin (12/3/2018).

Namun demikian, hingga kini belum ada data terkait gagal bayar yang dialami pengemudi taksi online. Langkah yang dilakukan pemerintah ini hanya sekedar antisipasi.

“Kredit banyak, tapi belum ada yang gagal bayar. Tapi kita menjaga-jaga, jangan sampai ada gagal bayar,” ujar Luhut.

Luhut juga menambahkan, soal hingga kapan moratorium ini akan dilakukan, masih akan melihat perkembangan yang terjadi di lapangan terkait jumlah pengemudi taksi online dan jumlah permintaan.

“Ya kita nggak tahu sampai nanti berapa lama. Kan kalau 70% nanti orang yang kredit mobil misalnya, nggak bisa bayar bagaimana? Kan jadi masalah. Karena kalau makin banyak suply, kurang demand kan repot. Sampai nanti kita lihat keseimbangan dari pada suply demand,” terangnya.
(samsul arifin – harianindo.com)

x

Check Also

Moeldoko Sebut Stunting Bisa Rugikan Negara Hingga Rp 300 Triliun per Tahun

Moeldoko Sebut Stunting Bisa Rugikan Negara Hingga Rp 300 Triliun per Tahun

Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko ikut memberikan perhatian terhadap perkembangan kondisi gagal tumbuh pada ...