Home > Ragam Berita > Nasional > Ramai Soal Pernyataan Prabowo Yang Mengutip Sebuah Novel, Ini Komentar Sang Penulis

Ramai Soal Pernyataan Prabowo Yang Mengutip Sebuah Novel, Ini Komentar Sang Penulis

Jakarta – Publik dibuat heboh dengan cuplikan pidato Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang menyebutkan bahwa Indonesia akan bubar pada 2030.

Ramai Soal Pernyataan Prabowo Yang Mengutip Sebuah Novel, Ini Komentar Sang Penulis

“Saudara-saudara. Kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini, tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030,” kata Prabowo dalam video yang diunggah oleh akun resmi Gerindra, pada Senin (19/3/2018).

Sebelumnya, Prabowo juga menyebutkan hal yang sama memberikan sambutan di acara bedah buku “Nasionalisme, Sosialisme, dan Pragmatisme. Pemikiran Ekonomi Politik Sumitro Djojohadikusumo” di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Senin (18/9/2017).

Pada kesempatan itu, Prabowo membawa tiga buah buku yang ia beli dari luar negeri, yakni Destined for War: Can America and China Escape Thucydides’s Trap? karya Graham Allison, War by Other Means: Geoeconomics and Statecraft karya Ambassador Robert D. Blackwill, dan Ghost Fleet karya Peter W. Singer dan August Cole.

Ghost Fleet merupakan novel yang menceritakan soal konflik global yang melibatkan China dan Amerika Serikat (AS). Salah satu isi dari novel itu menyebutkan Indonesia runtuh. Meski tidak disebutkan apakah musnah atau bernasib sama seperti Uni Sovyet yang terpecah.

Terkait ramainya soal kutipan isi novel Ghost Fleet, menggelitik sang penulis, Peter W. Singer dan August Cole untuk ikut berkomentar.

Ramai Soal Pernyataan Prabowo Yang Mengutip Sebuah Novel, Ini Komentar Sang Penulis

Melalui akun Twitternya, @peterwsinger, Peter tidak menyangka isi novelnya menjadi perdebatan di Indonesia.

“Ada banyak alur dan perubahan pengalaman yang tak terduga usai membaca buku tersebut, namun ini mungkin melebihi segala-galanya…” tulis Peter.

Sang rekan, Cole, lantas bertanya apakah bisa fiksi menjadi sebuah ramalan?

“Fiksi, bukan prediksi, ya kan?” cuit Cole melalui akunnya @august_cole.

Pertanyaan ini lantas dijawab Peter, agar Cole bertanya langsung kepada yang mengatakannya.

“Tanya saja ke Sang Jenderal,” tulis Peter.
(samsul arifin – harianindo.com)

x

Check Also

Kapitra Ampera Menolak Tudingan Yang Menganggap PDIP Anti-Islam

Kapitra Ampera Menolak Tudingan Yang Menganggap PDIP Anti-Islam

Jakarta – Baru-baru ini, mantan pengacara imam besar FPI Habib Rizieq, Kapitra Ampera memberikan pembelaan ...