Jakarta – Mengenai Pilpres mendatang, banyak lembaga survey yang mengatakan bahwa Jokowi dan Prabowo sudah memiliki elektabilitas masing-masing.

Survey, Mayoritas Pemilih Tidak Akan Menjatuhkan Pilihan Untuk Duet Jokowi-Prabowo

Jadi dengan adanya elektabilitas tersebut, besar kemungkinan bersatunya mereka di Pilpres nanti adalah hal yang tidak mungkin.

Sudarto selaku Direktur Riset Median mengatakan bahwa “Prabowo dianggap sebagai Capres yang merepresentasikan gerakan 212, sementara Jokowi Capres yang tidak merepresentasikan gerakan 212,”

Dirinya juga melanjutkan bahwa Jokowi dan Prabowo seperti air dan minyak yang hampir tidak mungkin untuk bersatu.

“Agak susah mencampur Prabowo dengan Jokowi, karena masing-masing sudah punya konstituen yang kemudian saling membenci satu sama lain,” kata Sudarto.

“Konstituennya Prabowo sudah tidak suka dengan Pak Jokowi. Begitu juga konstituennya Jokowi tidak suka dengan Pak Prabowo,” lanjutnya.

“Dengan Gatot Nurmantyo, di mana 49% responden tak mau memilih. Kemudian Anies Baswedan juga tidak cocok jadi wakilnya Jokowi. Ada 45% konstituen Anies gak suka kalau Anies jadi wakilnya Jokowi,” ujar Sudarto.

(Ikhsan Djuhandar – www.harianindo.com)