Home > Ragam Berita > Nasional > Elektabilitas Jokowi di Atas 50 Persen, Politisi PKS : Jokowi Seng Ada Lawan

Elektabilitas Jokowi di Atas 50 Persen, Politisi PKS : Jokowi Seng Ada Lawan

Jakarta – Hasil survei terbaru terkait para kandidat calon presiden pada Pilpres 2019 mendatang, nama Jokowi kian meninggalkan lawan-lawannya.

Elektabilitas Jokowi di Atas 50 Persen, Politisi PKS : Jokowi Seng Ada Lawan

Hasil survei terbaru yang dirilis Cyrus Network di D’ Consulate, Menteng, Jakarta, Kamis (19/4/2018), mengungkapkan bahwa elektabilitas Jokowi naik hingga di atas 50 persen.

Terkait hal ini, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengakui Jokowi belum ada tandingannya hingga saat ini.

“Melihat survei akhir-akhir ini, Jokowi seng ada lawan (tak ada lawan, red),” kata Mardani Ali Sera.

Namum demikian menurut Mardani, pemenang Pilpres bukan ditentukan oleh hasil survei, namun oleh pilihan rakyat di hari pencoblosan, yakni pada 17 April 2019 mendatang.

“Proses pilpres itu kan maraton, hanya orang bodoh menilai pemilu selesai sebelum pencoblosan,” tegasnya.

Dalam hasil survei Cyrus Network yang dilakukan pada 27 Maret – 3 April 2018 ini elektabilitas Jokowi mencapai 57,3 persen, sedangkan Prabowo Subianto mendapatkan 21,3 persen.

“57,3 persen masyarakat masih mempercayakan dukungan kepada Joko Widodo,” tutur Direktur Cyrus Network, Eko David dalam pemaparannya.

“Prabowo Subianto masih menjadi penantang terkuat dengan angka 21,3 persen,” lanjutnya.

Di bawah Jokowi dan Prabowo, ada nama-nama seperti Gatot Nurmantyo (3,8 persen), Hari Tanoesoedibyo (2,4 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (2,4 persen), Anies Baswedan (2 persen), Jusuf Kalla (1,9 persen), Soekarwo (1,3 persen) dan nama-nama lainnya dengan angka di bawah 1 persen.
(samsul arifin – harianindo.com)

x

Check Also

Mahfud MD Bicara Soal Manuver Ma’ruf Amin Sebelum Pengumuman Nama Cawapres

Mahfud MD Bicara Soal Manuver Ma’ruf Amin Sebelum Pengumuman Nama Cawapres Jokowi

Jakarta – Mahfud MD akhirnya memenuhi janjinya untuk mengungkapkan cerita sebenarnya mengapa ia tidak dipilih ...