Jakarta – Beberapa penggagas Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day alias CFD mengecam terjadinya politisasi gelaran publik CFD di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat yang makin marak menjelang Pilpres 2019.

KPBB Kecam Adanya Politisasi saat CFD Berlangsung

Thamrin School of Climate Change and Sustainability bersama dengan Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) menggelar konferensi pers terkait peristiwa intimidasi pengguna kaos #2019GantiPresiden terhadap sejumlah orang berkaos #DiaSibukKerja di CFD di Jalan MH Thamrin, pada Ahad 29 April 2018 lalu. Digelar di kantor KPBB yang berlokasi di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat.

Menurut Ari Muhammad, salah satu inisiator CFD di Jakarta, kegiatan tersebut sejatinya diadakan demi mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, meningkatkan kualitas udara perkotaan, serta memberi ruang publik bagi warga Jakarta. Kejadian intimidasi berlandaskan politik yang terjadi pada April lalu dinilai melenceng dari tujuan awal pelaksanaan CFD.

“Kita bicara politik di car free day, tapi yang high politics. Di sanalah fungsinya yang kita harapkan,” katanya pada Jumat (4/5/2018)

Baca juga: Ryamizard Ryacudu Tegaskan Sudah Berkoordinasi dengan Perusahaan Satelit

Kepala Bidang Pengendalian Operasional dan Rekayasa Lalu Lintas Jalan (Dalops) Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Maruli Sijabat, turut berkomentar tentang kejadian intimidasi yang terjadi pada tanggal 22 dan 29 April 2018 di CFD Jakarta. “Tahun ini tahun politik. Jelas sekali dari pemerintah pusat harus turun (menindaklanjuti),” katanya.

Sementara Direktur Eksekutif KPBB sekaligus penggagas CFD lainnya, Ahmad Safrudin alias Puput, berharap aparat kepolisian dapat menindaklanjuti tindakan persekusi sarat unsur politik tersebut di kemudian hari. (Tita Yanuantari – harianindo.com)