Jakarta – Terkait dengan penangkapan seorang dosen Universitas Sumatera Utara (USU) Himma Dewiyana Lubis, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah turut berkomentar. Dosen itu ditangkap lantaran menyebut teror bom yang terjadi di Surabaya sebagai pengalihan isu #2019GantiPresiden.

Fahri Hamzah Anggap Tak Ada Salahnya Orang Berpendapat Terorisme Pengalihan Isu

Mulanya, Fahri ditanya terkait lagu #2019GantiPresiden yang tengah ramai diperbincangkan. Namun, di tengah obrolan itu, tiba-tiba Fahri menyinggung tentang penangkapan tersebut. Akan tetapi, Fahri tak menyebut dengan rinci soal penangkapan dosen itu.

“Itu kan gelombang ya, gejolak yang muncul dan pasti akan terus terjadi. Ya santai aja! Kalau menurut saya ya, saya dengar ini ada orang nulis akun mencurigai terorisme adalah pengalihan. Kenapa diganggu? Itu pendapat orang kok,” kata Fahri di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/5/2018).

“Jelasin saja bahwa itu nggak benar. Nggak perlu takut dengan pendapat itu. Sama dengan orang mau ganti presiden tahun depan, biarin aja. Bikin lagi hashtag lain, presiden seumur hidup, bikin aja begitu. Kenapa mesti pakai nangkap-nangkap, tegang amat,” imbuh Fahri.

Fahri juga menegaskan bahwa dirinya merasa tidak setuju jika yang seperti itu harus ditangani oleh pihak aparat. Pasalnya, biarlah warga yang berdialog tanpa negara harus takut.

“Ini kan dialog antarwarga negara, jangan takut,” sebut Fahri.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)