Jakarta – Memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni, Ustad Felix Siauw mengaku dirinya lahir dan dibesarkan dari latar belakang keluarga yang berbeda-beda.

Peringati Hari Lahir Pancasila, Felix Siauw Sindir Mereka Yang Mengaku Paling Pancasila dan Gaji Ratusan Juta

Perbedaan itu dapat dilihat dari istrinya yang berasal dari suku Jawa, serta orang tua dan neneknya yang memiliki perbedaan keyakinan.

Dalam postingannya melalui akun Instagram, @felixsiauw, Ustad Felix juga menyindir soal mereka yang mengaku paling Pancasila namun menurutnya tidak mau menerima perbedaan.

Berikut ini tulisan Felix dengan judul ‘Tafsir Pancasila Zaman Now’ yang diunggah pada Kamis (31/5/2018):

Tafsir Pancasila Zaman Now

Saya rasa pendidikan keberagaman saya cukup lumayan. Saya cina dan istri saya jawa, anak-anak saya papan catur, perempuan putih, lelaki hitam, lelaki putih dan perempuan hitam. Bapak dan Ibu saya Katolik, saya sekeluarga Muslim

Di keluarga lebih besar lagi, Nenek saya Buddha, teman-teman saya Kristen Protestan, ada juga yang atheis, banyak yang agnostik. Saya pernah tinggal di Sumatra dan Jakarta, pulang kampung ke Jawa Tengah, lumayan khatam soal perbedaan

Beragam jelas-jelas akan banyak beda, tapi nggak pernah jadi masalah di keluarga besar saya, kita nggak harus ngaku paling Pancasilais untuk saling memahami perbedaan, saling menghargai pendapat, terlepas beda apapun

Ibu Bapak saya nggak pernah komplain kalau saya merusak persatuan keluarga apalagi negara, mereka nggak pernah nuduh bahwa saya suka mengkafirkan, apalagi membuat ketegangan antarumat beragama

Saya pun malah jadi lebih menghormati dan menyayangi mereka setelah mengenal Islam, sebab Islam itu agama yang keren, bisa mengubah kebencian saya pada orangtua menjadi cinta, agama ini agama kasih sayang

Islam bagi saya justru terbaik dalam urusan toleransi, menjaga kerukunan, mempersatukan. Lha, kita kira Pancasila itu dari mana? Ya dari Islam, sebab Pancasila nggak bakal bisa sempurna diartikan, kalau nggak pake Al-Qur’an

Tapi sekarang kita lihat, Pancasila ini lagi disandera oleh mereka yang ngakunya paling Pancasila, paling NKRI. Untuk apa? Ya untuk menyudutkan yang mereka nggak suka, dan dalam kasus yang sekarang, yang disudutkan itu Islam dan Muslim

Mereka ini justru yang kita lihat beringas, nggak bisa menerima beda, nggak mau diajak diskusi apalagi musyawarah, bisanya hanya persekusi dan marah-marah, membuat ketegangan, memprovokasi, main hakim sendiri

Beda konsep dikit yang lain dituduh radikal, beda fiqih dikit lalu langsung dituduh ISIS dan wahabi, beda amalan dikit langsung dituduh Islam arab. Lha, siapa yang nggak bisa nerima perbedaan kalau gini caranya?

Lebih-lebih yang diharap menanamkan Pancasila, justru nggak peka. Gaji ratusan juta dianggap wajar, sementara rakyat susah. Tenggang rasa, tepa selira, cuma teori, yang penting teriak, saya Pancasila!
(samsul arifin – harianindo.com)