Home > Ragam Berita > Nasional > Temukan Hal Ini, KontraS Anggap Penanganan Korban Bom di Surabaya Tak Maksimal

Temukan Hal Ini, KontraS Anggap Penanganan Korban Bom di Surabaya Tak Maksimal

Surabaya – Pada 13-14 Mei 2018 kemarin, diketahui terjadi insiden teror bom di Surabaya. Pasca insiden tersebut terjadi, Presiden, Gubernur Jawa Timur dan Walikota Surabaya telah melakukan sidak langsung di lokasi.

Temukan Hal Ini, KontraS Anggap Penanganan Korban Bom di Surabaya Tak Maksimal

Terkait hal itu, Pemerintah telah menyatakan dengan tegas bahwa Negara akan menjamin seluruh pembiayaan bagi korban, baik santunan maupun pembiayaan pengobatan dan perawatan jalan. Pernyataan serupa juga datang dari anggota Badan Anggaran DPRD Kota Surabaya.

Berdasar pernyataan tersebut, Pemerintah Kota Surabaya siap menggunakan anggaran tak terduga dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Surabaya dengan besaran hingga Rp 9 miliar untuk penanganan korban insiden teror bom tersebut.

Melalui rilisnya, pada Selasa (5/6/2018), Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Surabaya menyampaikan bahwa pihaknya saat ini terus melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap korban teror bom Surabaya. Dari hasil sementara temuan mereka di lapangan, sejak terjadinya peristiwa teror bom tersebut, antara lain :

Tidak jelas siapa dan instansi pemerintah mana yang menjadi leading sector yang ditunjuk dan memiliki kewenangan, baik di tingkat pusat hingga daerah.

  1. Tidak jelas siapa dan instansi pemerintah mana yang menjadi leading sector yang ditunjuk dan memiliki kewenangan, baik di tingkat pusat hingga daerah.
  2. Pemerintah Kota Surabaya yang klaim sudah melakukan penanganan korban, justru membingungakan bagi korban dan keluarga korban. Fakta dilapangan, dalam satu hari ada 2 (dua) petugas yang mengaku utusan Pemkot yaitu dari Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial mendatangi korban dalam waktu yang berbeda melakukan pendataan terhadap korban dan keluarga. Sehari kemudian datang lagi petugas yang mengaku utusan Pemkot yaitu Perlindungan Masyarakat (LINMAS) Kelurahan, SATPOL PP, Camat, dan Dinas Kesejahteraan Rakyat (KESRA) datang satu persatu dan melakukan wancara dengan korban dan keluarga di waktu yang berbeda pula. Namun semua aparatus sipil negara tersebut mengatakan pada korban dan keluarga bahwa selama ini belum ada keputusan yang jelas terkait penanganan korban.
  3. Korban dan keluarga menyatakan masih mengalami kesulitas untuk mengakses layanan medis pasca keluar dari rumah sakit. Ada korban yang harus rawat jalan intensif akibat serpihan batterai ledakan bom yang mengenai kaki, namun pihak rumah sakit tidak akomodatif dalam hal administratif.
  4. Terkait dengan rawat jalan di rumah sakit, pihak rumah sakit ada yang menyatakan bahwa korban disamakan dengan pasien umum lainnya dengan diminta untuk membayar terlebih dahulu sebelum tindakan. Pihak rumah sakit mengatakan demikian dengan alasan Pemkot Surabaya belum membayar tagihan sebelumnya terkait penanganan darurat korban teror bom.
  5. Pasca perawatan dari rumah sakit, ada beberapa korban yang harus membutuhkan alat bantu untuk berjalan dan juga alat bantu untuk belajar berjalan normal kembali, dan harus membeli sendiri. Pada saat pihak rumah sakit dikonfirmasi, mereka mengatakan lupa.
  6. Hingga siaran ini kami terbitkan, pihak korban dan keluarga tidak mendapatkan kejelasan dan kepastian mengenai mekanisme gantikerugian material yang timbul akibat serangan bom, meski korban dan keluarga sudah menyerahan data-data berupa foto copy KTP, STNK, BPKB kendaraan bermotor yang rusak, dst.
  7. Selain poin-poin tersebut diatas, rehabilitasi psikologis dan psikososial kepada korban dan keluarga, baik langsung maupun tidak langsung, tidak mendapat perhatian penuh dari

Berdasarkan hasil temuan mereka di lapagan tersebut, Salah seorang pihak KontraS Surabaya, Fatkhul Khoir, mendesak Pemerintah agar segera merumuskan pola kebijakan yang jelas untuk kepastian para korban teror bom di surabaya.

(Ikhsan Djuhandar – www.harianindo.com)

x

Check Also

Istri Sandiaga Uno : "Ibu-Ibu Beserta Emak-Emak, Nitip Suami Saya Ya"

Istri Sandiaga Uno : “Ibu-Ibu Beserta Emak-Emak, Nitip Suami Saya Ya”

Jakarta – Diketahui, Sandiaga Uno telah memutuskan untuk maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) pendamping ...