Jakarta – KPK resmi melimpahkan berkas Bupati Kebumen nonaktif Mohammad Yahya Fuad terkait kasus suap ke proses penuntutan. Keputusan tersebut diambil usai berkas perkara Yahya dinyatakan lengkap dan siap untuk menjalani proses persidangan.

KPK : Kasus Bupati Kebumen Masuk Proses Persidangan

Mohammad Yahya Fuad

Tak hanya Yahya, KPK juga melimpahkan berkas seorang pihak swasta bernama Hojin Ansori ke tahap penuntutan.

“Pada Jumat (8/6/2018) dilakukan pelimpahan berkas, barang bukti dan tersangka MYF (Mohammad Yahya Fuad) dan tersangka HA (Hojin Ansori) dalam dugaan suap pengadaan barang dan jasa dari APBD tahun anggaran 2016 di Pemerintah Kabupaten Kebumen, ke tahap dua,” ujar juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (8/6/2018).

Febri menerangkan Yahya dan Hojin akan disidang di Pengadilan Tipikor Semarang. “Keduanya nanti akan dibawa dipindahkan tentu saja penahanannya karena rencana sidang dilakukan di Semarang,” imbuhnya.

Hingga pemberkasan selesai, Febri menyebut penyidik KPK telah memeriksa 54 saksi untuk kedua tersangka. Unsur saksi sendiri berasal dari berbagai macam unsur yang relevan dengan kasus tersebut.

Baca juga: Zulkifli Hasan Imbau Seluruh Pihak Hormati Keputusan Yudi Latif

Yahya dan rekannya, Hojin, merupakan tersangka dugaan suap pengadaan barang dan jasa dari APBD tahun anggaran 2016. Mereka diduga menerima fee sekitar Rp 2,3 miliar dari sejumlah proyek di Kebumen. Nominal tersebut diduga diterima dari Komisaris PT KAK, Khayub Muhammad Lutfi.

Sebagai penerima suap, Yahya dan Hojin disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. (Tita Yanuantari – harianindo.com)