Home > Ragam Berita > Nasional > Prabowo Subianto : “Semua Teriak Pancasila, Tapi Menurut Saya Itu Hanya Slogan”

Prabowo Subianto : “Semua Teriak Pancasila, Tapi Menurut Saya Itu Hanya Slogan”

Jakarta – Dalam sebuah diskusi ‘kepemimpinan’ di akun Facebooknya, Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengaku saat ini sangat prihatin dengan kondisi yang dialami Indonesia dari berbagai sektor. Bahkan, Prabowo mengatakan saat ini Indonesia sedang dalam kondisi sakit.

Prabowo Subianto : "Semua Teriak Pancasila, Tapi Menurut Saya Itu Hanya Slogan"

“Saya merasa saya tidak tahu, saya merasa negara kita sedang sakit. Sakitnya negara keempat terbesar di dunia tetapi dari berbagai indikator menunjukkan bukan bangsa yang kuat,” kata Prabowo dalam diskusi ‘kepemimpinan’ di akun Facebooknya, Minggu (24/6/2018).

Lantas, Prabowo memberikan contoh mulai dari indikator kualitas air bersih sebuah negara, dari 200 negara yang masuk survey, Indonesia berada di papan bawah. Kemudian guna pemberian kandungan protein kepada anak-anak, Indonesia berada di urutan ke-133 yang dianggap sangat tidak baik.

“Indikator-indikator lain menunjukkan bahwa kita bangsa yang tidak kuat, bangsa yang selalu tidak punya bargaining, kita beli motor 10 juta setahun, kemudian mobil 1 juta setahun, enggak ada merk Indonesia, apa yang kita manufacturer? Sumber alam kita diambil dijual ke luar negeri, tapi keuntungannya enggak ke kita,” ucap Prabowo.

“Kita selalu, kalau kita lihat penghasilan per kapita dengan Singapura, Singapura 53 ribu dolar AS pertahun. Kita 3500, padahal Singapura itu (luasnya) hanya 55 ribu hektar kurang lebih. Kemudian jumlah penduduk hanya 5 juta dan dia tak punya sumber daya apapun,” lanjutnya.

Disamping itu pula, Prabowo juga memberikan kritiknya terkait dengan penerapan nilai-nilai Pancasila di kehidupan masyarakat saat ini. Menurutnya, saat ini Pancasila hanya menjadi sebuah slogan semata.

“Semua teriak Pancasila, tapi menurut saya itu hanya slogan, mantra, bahkan pendidikan Pancasila saja di sekolah-sekolah saya dengar sudah dikurangi, jarang. Bagaimana menumbuhkan cinta tanah air? Saya dengar di sekolah-sekolah mungkin upacara sudah tidak wajib dan sebagainya,” ujar Prabowo.

Prabowo menilai, penyebab sakit dan lemahnya negara Indonesia ini dikarenakan para elite di Indonesia yang bersikap acuh terhadap rakyatnya. Prabowo yang juga merasa termasuk dalam golongan elite itu pun merasa bertanggung jawab dengan kondisi yang dialami oleh Indonesia sekarang ini.

“Apakah rakyat kita ini bodoh semua? Malas kah? What is the problem? Menurut saya problemnya masalah elite kita. Saya elite saya akui, ini kelengahan saya juga, saya sadar makanya saya tulis buku, terjun ke politik saya berusaha meyakinkan orang, saudara-saudara kita arahnya tidak benar, kenapa? Karena kita tidak setia ke ajaran pendiri bangsa kita sendiri, tidak setia ke UUD 1945,” pungkas Prabowo.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)

x

Check Also

BNN Berhasil Bongkar Modus Peredaran Sabu-Sabu di Muara Enim

BNN Berhasil Bongkar Modus Peredaran Sabu-Sabu di Muara Enim

Muara Enim – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap peredaran sabu-sabu modus baru di Kabupaten Muara ...


Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/harianindo/public/wp-content/plugins/mashshare-sharebar/includes/template-functions.php on line 135