Nduga – Pesawat Twin Otter Trigana yang disewa Pasukan Bantuan Kendali Operasi Brimob ditembaki oleh kelompok separatis di Bandara Kanenyam, Nduga, Papua pada Senin pagi.

Kapolri Tegaskan Penembakan Pesawat di Papua Ada Motif Tersendiri

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekira pukul 09.35 waktu setempat. Saat terjadi pergeseran pasukan Brimob dari Wamena menuju Nduga.

“Yang ini sudah mendarat lagi memutar dan ditembak samping akibatnya pilotnya tertembak sementara 15 penumpang tidak ada korban,” kata Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (26/6/2018).

Tito menuturkan, kelompok pelaku bahkan sempat berlari sambil menembaki masyarakat. Menurutnya, tiga warga mengalami luka. Namun, belum bisa dipastikan luka tersebut berat atau ringan. Diduga, kelompok ini juga memanfaatkan situasi pilkada.

“Kami tahu di daerah ini ada kelompok bersenjata dulu pernah menyandera orang jadi kelompok-kelompok senjata ini sering dimanfaatkan atau juga ikut memanfaatkan situasi pilkada,” ungkapnya.

Baca juga: Jusuf Kalla Kunjungi Kediaman SBY, Apa Saja yang Dibahas ?

Menurut Tito, anggota Brimob juga sempat mengejar pelaku. Namun, pelaku hingga saat ini belum diketahui. Saat ini sebanyak 114 personel TNI dan Polri sudah bersiaga di lokasi.

“Kami tidak akan mundur, tetap kirim pasukan, kalau kurang kami tambah lagi dalam rangka menjamin proses demokrasi berjalan tanpa intimidasi,” ujarnya menegaskan. (Tita Yanuantari – harianindo.com)