Home > Ragam Berita > Internasional > Duterte Sampaikan Permintaan Maaf karena Lontarkan Pernyataan Kontroversial

Duterte Sampaikan Permintaan Maaf karena Lontarkan Pernyataan Kontroversial

Manila – Setelah melontarkan berbagai pernyataan kontroversial tentang Tuhan, Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyampaikan pemintaan maaf.

Duterte Sampaikan Permintaan Maaf karena Lontarkan Pernyataan Kontroversial

Duterte

Sebagaimana diberitakan Phillipine Star pada Rabu (11/7/2018), maaf itu dia ucapkan ketika bertemu Eddie Villaneuva, pendiri pusat pendalaman Injil (JILCW), pada Selasa (10/7/2018) malam.

Villaneuva merupakan salah satu dari pemimpin kelompok agama yang mengkritik komentar Duterte mengenai Tuhan. “Jika itu merupakan Tuhan yang sama, maka saya minta maaf. Seperti itulah. Maaf, Tuhan,” katanya.

Dia mengingatkan kepada pekerja religius untuk tidak menggunakan nama Tuhan sebagai upaya untuk menyerang pemerintah. “Itu bukan cara yang tepat untuk melakukan hal itu. Saya yakin ini bukan yang diinginkan Tuhan,” ujar Duterte.

“Ingat, ada perbedaan bagian antara agama dan negara,” ucapnya.

Sebelumnya, Duterte siap mengundurkan diri secepatnya jika ada seseorang yang dapat membuktikan keberadaan Tuhan melalui foto “selfie”.

Pria berusia 73 tahun itu melontarkan pernyataan tersebut dalam pidato di acara sains dan teknologi di Davao pada Jumat lalu. “Jika ada di antara kalian yang bilang bahwa kalian pernah ke surga, bicara pada Tuhan, tunjukkan dia secara pribadi,” katanya.

“Dan bila Dia ada, Tuhan adalah milikmu, dan jika dia benar ada, saya akan mundur dari kepresidenan malam ini,” imbuhnya.

Duterte memang berulang kali bersitegang dengan Gereja, yang memiliki pengaruh politik dan sosial yang signifikan di Filipina. Ketegangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya kematian dalam pemberantasan narkoba oleh pemerintah terhadap narkoba.

Baca juga: Israel Dikabarkan Bakal Lakukan Ekspedisi ke Bulan pada 2019

Untuk meredakan ketegangan yang dipicu oleh komentarnya yang kontroversial tentang Tuhan, Duterte bertemu dengan Konferensi Waligereja Filipina dan Uskup Agung Romulo Valles pada Senin (9/7/2018) di Malacanang.

Selain itu, dia berjanji akan menahan diri untuk tidak berkomentar menentang gereja. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Parlemen Inggris tentang Usul Theresa May Terkait Negosiasi Post-Brexit

Parlemen Inggris tentang Usul Theresa May Terkait Negosiasi Post-Brexit

London – Sebuah kelompok beranggotakan sekira 50 anggota parlemen dalam pemerintahan Inggris yang menentang usulan ...