Home > Ragam Berita > Nasional > Tjahjo Kumolo Akui Terkejut dengan Kondisi Rumah Zohri

Tjahjo Kumolo Akui Terkejut dengan Kondisi Rumah Zohri

Jakarta – Pelari asal Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, menyabet juara dunia di nomor 100 meter putra IAAF World U-20 Championships di Finlandia. Puja-puji datang dari beragam kalangan, termasuk Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Tjahjo Kumolo Akui Terkejut dengan Kondisi Rumah Zohri

Tjahjo mengaku bangga dan terharu, namun ia terkejut saat mengetahui kondisi rumah pelari asal NTB itu memprihatinkan. Tergerak membantu memugar rumah Zohri, dia memerintahkan Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo dan para pejabat terkait untuk melakukan pengecekan langsung.

“Saya tergerak membantu memugar rumah untuk Zohri. Ini bentuk apresiasi atas prestasinya yang telahmembanggakan bangsa Indonesia,” ujar Tjahjo pada Kamis (12/7/2018).

Tjahjo meminta, pemugaran rumah Zohri bisa dilakukan secepatnya dan dapat selesai dalam waktu satu minggu. Ia juga meminta para praja IPDN di NTB ikut membantu memugar rumah.

“Minta ijin kepada yang punya rumah. Target satu minggu kerja. Anak-anak IPDN bantu-bantu juga,” ucap Tjahjo.

Tjahjo bercerita, kisah hidup Zohri sangat menyentuh dan layak jadi inspirasi. Dari laporan yang ia dapatkan, Zohri tinggal di Dusun Karang Pansor Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara.

Ayahnya, L Ahamad Yani meninggal tahun 2017 sementara ibunya, Saerah, meninggal pada 2015. Jadi Zohri telah yatim piatu.

“Zohri empat bersaudara. Kakaknya Baiq Fazilah, perempuan usia 29 tahun. Kakaknya yang satu lagi laki-laki bernama L. Ma’rib, usia 28 tahun. Kakaknya yang lain Baiq Fujianti telah almarhum. Nah, Zohri anak bungsu,” papar Tjahjo.

Baca juga: Akbar Tandjung Berharap Airlangga Bisa Dampingi Jokowi

Selain menyabet juara dunia tersebut, lanjut Tjahjo, Zohri sebelumnya pernah punya prestasi membanggakan lainnya. Yaitu kejuaraan atletik junior Asia 100 Meter di Jepang yang juga diraihnya tahun ini, berupa medali emas dengan catatan waktu lari 10.27 detik.

“Menurut cerita, guru olahraga Zohri di SMP 1, Ibu Rosida, sering mengajak dan membujuk Zohri untuk latihan karena sudah melihat bakat dan skill-nya. Awalnya Zohri selalu menolak, sampai waktu Zohri duduk di bangku kelas 3 SMP, dia baru punya keinginan untuk latihan,” tutur Tjahjo. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Pemprov DKI Diimbau Berikan Penjelasan Terkait Penaikan NJOP PBB-P2

Pemprov DKI Diimbau Berikan Penjelasan Terkait Penaikan NJOP PBB-P2

Jakarta – Anggota Komisi C DPRD DKI Ruslan Amsyari meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) menjelaskan penaikan ...