Home > Ragam Berita > Nasional > Politisi PDIP Tak Terima Pernyataan Rocky Gerung Soal Megawati

Politisi PDIP Tak Terima Pernyataan Rocky Gerung Soal Megawati

Jakarta – Pengamat sosial politik yang juga seorang Akademisi, Rocky Gerung diketahui berhasil membuat politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Dwi Ria Latifa menjadi emosi. Mulanya, Rocky sempat mengatakan bahwa Ketua Umum PDIP arogan dan sikap itu membuat Presiden Jokowi kesulitan dalam memilih calon wakil presiden.

Politisi PDIP Tak Terima Pernyataan Rocky Gerung Soal Megawati

“Kenapa berbulan-bulan belum nemu wakil presiden? Juara bertahan harusnya bebas, karena ada arogansinya Bu Mega,” kata Rocky tanpa beban dalam acara Indonesia Lawyers Club, di tvOne, Selasa, (31/7/2018).

Rocky membeberkan bahwa arogansi yang dimaksud olehnya tersebut, adalah disaat Mega menyebut Jokowi sebagai petugas partai. Hal itulah yang, menurutnya, lantas membuat Jokowi ragu-ragu dalam menentukan pendampingnya dalam menghadapi kontestasi pemilihan presiden 2019 mendatang.

“Benar, dari segi itu (pernyataan Jokowi petugas partai) Ibu Mega bener. Itu pikiran yang tepat. Setiap kader partai ditugaskan kemanapun adalah petugas partai. Poin Bu Mega benar, nasib Pak Jokwoi ditentukan di situ,” ujar Rocky.

Rocky menilai, awalnya kubu lawan dalam posisi harus menjawab siapa capres dan cawapres yang mereka usung sebagai penantang Jokowi. Namun, sekarang mereka sudah mampu menjawab pasca terjadinya pertemuan-pertemuan antara SBY, Prabowo, dan elite PKS serta PAN. Rocky melanjutkan, Jokowi bisa saja mendaftarkan cawapres di hari terakhir. Namun dia mengingatkan, dalam penundaan selalu ada persekongkolan.

“Bola panas sekarang pindah ke Pak Jokowi. (Capres kubu lawan) terjawab. Keadaan politik Jokowi merah tapi pucat,” katanya.

Di sisi lain, ketika Dwi Ria Latifa diberikan kesempatan berbicara oleh pembawa acara ILC, Karni Ilyas, dia tersulut emosi terkait pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oleh Rocky Gerung tersebut. Rocky dinilai telah menjadi politisi bukan lagi seorang pengamat politik. Ria menegaskan Rocky tidak bisa mengatakan seperti itu dan juga mengatur-atur Jokowi.

“Abang itu sok tahu. Bilang Pak Jokowi diatur, diintervensi semua keputusannya karena Bu Mega, perintah Bu Mega. Saya minta ralat itu,” katanya.

“Cawapres mengumumkan kapan, last minute, suka-suka beliau. Sama, kami juga tidak akan menertawakan kapan Prabowo cari cawapresnya, last minute, 10 malam, kapan mendapaftarkan. Itu hak Prabowo. Kok bisa-bisanya abang atur-atur,” katanya.

Namun demikian, Rocky tetap bertahan dengan pendapatnya. Dia meyakini pendapatnya itu juga memiliki dasar.

“Bu Mega tidak pernah meralat jokwi adalah petugas partai,” katanya.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)

x

Check Also

Data Masuk 10 Persen, Jokowi-Ma'ruf Masih Unggul 54,08 Persen di Real Count KPU

Data Masuk 10 Persen, Jokowi-Ma’ruf Masih Unggul 54,08 Persen di Real Count KPU

Jakarta – Perhitungan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 masih terus dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum ...


Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/harianindo/public/wp-content/plugins/mashshare-sharebar/includes/template-functions.php on line 135