Home > Ragam Berita > Nasional > Jokowi Pilih Ma’ruf Amin Sebagai Cawapres, Ratna Sarumpaet : Dia Sudah Tua dan Sakit Jantung

Jokowi Pilih Ma’ruf Amin Sebagai Cawapres, Ratna Sarumpaet : Dia Sudah Tua dan Sakit Jantung

Jakarta – Kejutan yang dilakukan Jokowi dengan memilih Ma’ruf Amin sebagai cawapres yang akan mendampinginya pada Pilpres 2019 mendatang menimbulkan pertanyaan bagi sejumlah pihak, termasuk Ratna Sarumpaet.

Jokowi Pilih Ma’ruf Amin Sebagai Cawapres, Ratna Sarumpaet : Dia Sudah Tua dan Sakit Jantung

Melalui akun Twitternya, Ratna mempertanyakan mengapa Jokowi memilih Ma’ruf Amin dan mengapa Ketua Umum MUI tersebut bersedia menjadi cawapres bagi Jokowi.

Ratna juga menyinggung soal fatwa MUI yang tidak boleh memilih pemimpin yang ingkar janji.

“Politik boleh apa saja. Boleh lupa, boleh bohong, boleh munafik, bahkan boleh secara sadar menyakiti rakyat yang seharusnya ia lindungi,” cuit Ratna sambil menyertakan foto Ma’ruf Amin dan tangkapan layar artikel soal Fatwa MUI tak boleh pilih pemimpin ingkar janji.

Ratna juga menyebut soal keadaan fisik Ma’ruf Amin yang sudah tua dan menderita penyakit jantung.

“Ya buat apa Ma’ruf Amin diambil sebagai wapres, secara usia uzur sakit pula, sakit jantung, lemah jantung kan dia. Orang boleh dong, aku bertanya-tanya dong, di politik kan mau apa,” kata Ratna kepada wartawan, Sabtu (11/8/2018).

Namun demikian, Ratna berharap dengan dipilihnya Ma’ruf Amin sebagai cawapres bisa memberikan manfaat bagi koalisi Jokowi.

“Saya heran tulisan dulu fatwanya Pak Ma’ruf kan mengatakan orang kayak Jokowi nggak boleh dipilih lagi. Kenapa sih dia sudah tua begitu mau jadi wakil. Tapi menurut saya nggak apa-apa bisa saja, paling saja orang-orang di kelompok sebelah bisa percaya agama Islam, kan ada orang yang nggak percaya akherat. Ya mudah-mudahan ada manfaat,” ujar Ratna.

Ratna juga menyayangkan mengapa Jokowi memilih Ma’ruf Amin, bukannya memilih cawapres yang dapat mengisi kelemahan yang dimiliki Jokowi.

“Tapi kalau kita mengharapkan wapres, dengan kelemahan Pak Jokowi selama ini harusnya cari dong yang memperkuat. Dia lemah sekali pemahaman tentang kepemimpinan, hampir semua merasakan. Kalau mereka jeli yang mengusung dipasangkan lah dengan seorang yang capable, yang punya kemampuan memback up sebanyak-banyaknya,” ucapnya.

“Padahal beliau yang selama ini memojokkan Islam. Terus apakah dengan mengambil Ma’ruf terus dengan sendirinya umat Islam untuk memilih Jokowi? Itu kan memanfaatkan, dan sayang ulama kita mau pula. Padahal beliau pernah mengeluarkan fatwa kegagalan Jokowi. Jadi aku sih mau mengatakan kenapa aku bilang ada terpisah bisa menyatu karena kongsi politik semua itu bisa, bohong bisa, munafik bisa, apa aja bisa. Gitu lo maksudnya,” pungkas Ratna.
(samsul arifin – harianindo.com)

x

Check Also

Jokowi Tegaskan Dukung Baiq Nuril Dalam Mencari Keadilan Kasusnya

Jokowi Tegaskan Dukung Baiq Nuril Dalam Mencari Keadilan Kasusnya

Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mendukung Baiq Nuril Maqnun mencari keadilan atas kasus ...


Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/harianindo/public/wp-content/plugins/mashshare-sharebar/includes/template-functions.php on line 135