Washington – Aksi menolak tindakan “kejahatan” pelecehan seksual yang dilakukan oleh para pastor – dan sikap gereja Katolik yang menutup-nutupinya sedang digalakkan oleh Paus Fransiskus beberapa waktu belakangan ini.

Paus Fransiskus Tuntut Pertanggungjawaban Pelecehan Yang Dilakukan Pastor Gereja Katolik

Paus Fransiskus

Dengan menerbitkan sebuah surat edaran kepada umat Katolik di seluruh dunia, Paus Fransiskus meminta pertanggungjawaban pada pihak-pihak yang berkaitan. Melalui otoritas vatikan, surat sebanyak tiga halaman tersebut disebarluaskan ke masyarakat, Senin (20/08/2018).

Paus Fransiskus dengan tegas mengatakan bahwa dirinya mengecam budaya mementingkan reputasi diri sendiri oleh para pemimpin Gereja Katolik yang telah disalahkan atas krisis ini, dimana para pemimpin gereja lebih mementingkan reputasi mereka daripada keselamatan anak-anak.

“Dengan rasa malu dan pertobatan, kami mengakui sebagai komunitas gerejawi bahwa kami tidak berada di tempat yang seharusnya, bahwa kami tidak bertindak tepat waktu, menyadari besarnya dan beratnya kerusakan yang terjadi pada begitu banyak kehidupan,” kata Paus.

Baca juga : Peru Digetarkan Gempa Berekuatan 7,1 SR

“Kami telah tidak peduli dengan anak-anak kecil; kami meninggalkan mereka,” sambungnya.

Selain itu, Paus Fransiskus juga meminta maaf atas rasa sakit yang diderita para korban dan mengatakan umat Katolik pada umumnya harus dilibatkan dalam upaya untuk membasmi pelecehan dan upaya menutup-nutupinya. Pasu Fransiskus berharap agar tindak kejahatan tersebut dapat dengan segera dihentikan.

Surat tersebut dibuat dalam tujuh bahasa dan ditujukan kepada seluruh “Umat Tuhan”. Paus Fransiskus juga merujuk laporan dari Pennsylvania dan mengakui tidak ada upaya untuk memohon pengampunan dari para korban yang akan pernah cukup, tetapi ia bersumpah hal seperti ini “tidak akan pernah lagi” terjadi.
(Muspri-harianindo.com)