London – Produser video asal Inggris, Ian Wilson, mengumbar klaim sensasional yakni telah menemukan pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang misterius beberapa tahun lalu melalui aplikasi Google Maps.

Produser Video Asal Inggris Klaim Telah Temukan Pesawat MH370

Sebagaimana diberitakan Express.co.uk pada Sabtu (8/9/2018), Ian Wilson mengklaim melihat pesawat yang hilang saat mengudara dari Kuala Lumpur Malaysia ke Beijing China tersebut terdapat di dalam belantara hujan Kamboja.

Pesawat MH370 hilang bersama 239 penumpangnya pada tahun 2014. Hingga kekinian, pesawat itu belum ditemukan sehingga memunculkan sejumlah teori konspirasi.

Untuk memperkuat klaimnya, Wilson menyajikan gambar-gambar yang didapatnya dari Google Maps. Dalam gambar hasil bidik layar Google Maps tersebut, menunjukkan garis menyerupai pesawat. Sejumlah orang meragukan klaim Wilson tersebut, dengan menyebut garis itu adalah bayangan pesawat yang tertangkap foto satelit Google Maps.

“Berdasarkan pengukuran saya, garis di belantara hutan Kamboja itu mendekati bodi pesawat Boeing 777-200. Tapi memang ada kesenjangan misterius antara bagian ekor dan tubuh utama,” jelas Wilson.

Namun, kata Wilson, bisa jadi kesenjangan ukuran antara bagian serupa ekor dan tubuh pesawat itu karena MH370 terbelah dua saat mendarat di hutan.

Kekinian, Wilson bertekad mencari lokasi persis garis serupa pesawat di hutan Kamboja tersebut, untuk membuktikan klaimnya.

Sementara itu, Aviation Safety Network, jaringan keselamatan penerbangan, mengatakan penampakan garis serupa pesawat di hutan Kamboja dan terdeteksi Google Maps tersebut terbilang janggal.

Baca juga: Trump Tegaskan Bakal Kenakan Tarif Tinggi Terhadap Jepang

Sebab, kalau benar garis itu adalah pesawat, maka tak sesuai dengan profil pesawat-pesawat yang teracatat mengalami insiden kecelakaan di kawasan Kamboja.

Penjelasan Aviation Safety Network tersebut disebut memperkuat klaim Wilson bahwa pesawat MH370 ada di belantara hutan Kamboja. Pesawat MH370 hilang di udara ketika terbang dari Kuala Lumpur ke Beijing pada 8 Maret 2014. Pesawat itu membawa 227 penumpang dan 12 awak. (Tita Yanuantari – harianindo.com)