Jakarta – Elemen Muda 212 yang terdiri dari para ketum dan mantan ketum organisasi kepemudaan (OKP) terlihat telah melaksanakan konferensi pers untuk menyikapi maraknya polemik sosial yang mengatasnamakan gerakan alumni 212.

Mantan Ketum OKP Kecewa 212 Digiring Ke Politik Praktis

Dirinya menilai bahwa nama besar gerakan 212 tidak bisa serta merta diklaim sebagai gerakan sebagian masyarakat saja, apalagi untuk mendongkrak kepentingan politik praktis mereka.

Mulyadi P Tamsir selaku salah satu anggota mengatakan bahwa “Kita hargai para kiyai dan alim ulama, beliau sangat tahu betul persoalan agama, tapi kami sayangkan 212 hanya dijadikan langkah politik praktis,”

“Marwah ulama dan gerakan islam harus kita jaga, yakni dengan menjunjung tinggi nilai bukan partisan dengan kelompok tertentu,” tuturnya.

Namun disisi lain, dirinya pribadi tak mempermasalahkan siapapun termasuk para pegiat gerakan 212 untuk menyatakan sikap gerakan mereka dalam hal politik praktis. Hal ini ia pahami sebagai bagian dari kebebasan dan demokrasi seluruh masyarakat Indonesia.

“Kita harapkan politik praktis bisa menggunakan kelompok dan nama organisasi masing-masing yang tidak ada kaitanya atau tidak mengkaitkan dengan gerakan aksi 212. Sehingga seperti itu, kehormatan dan persatuan umat akan terus terjaga,” tegasnya.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)